Kaba Terkini

Semarak 10 th Malalak, Bupati Support Semarak Menanam

Pariwara, KABA12.com — Rangkaian peringatan hari ulang tahun kecamatan Malalak ke-10 yang disemarakkan dengan beragam kegiatan itu mendapat perhatian khusus banyak pihak.

Apalagi masyarakat bersama pihak terkait di kecamatan Malalak lihai merespon kondisi terkini yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan daerah itu dari ancaman longsor, karena Malalak dikenal sebagai salah satu wilayah rawan longsor apalagi di jalur jalan baru ruas Sicincin-Malalak-Balingka yang hampir setiap saat dihantam longsor.

Program penanaman 10.000 pohon bambu yang terakhir dibantu pasokan 600 bibit pohon pinang oleh komunitas jazzfi club (JFC) area Sumatera Barat yang serahkan spontan berpartisipasi dalam kegiatan gebyar menanam pebukitan, tebing dan areal rawan longsor di 12 titik yang dianggap paling rawan terimbas bencana longsor.

Bahkan bupati Agam H.Indra Catri merespon khusus program tersebut, seiring dengan agenda semarak menanam yang diagendakan Pemkab Agam secara berkesinambungan beberapa tahun terakhir.

Semarak menanam, sebut Indra Catri , menjadi program rutin yang digerakkan di seluruh nagari di kabupaten Agam. Pasalnya hal ini penting sebagai wujud peduli lingkungan dan masa depan daerah.

Menurut bupati, semarak menaman dengan berbagai tanaman sasarannya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan harian dan rumah tangga masyarakat, tapi juga wujud penyelamatan lingkungan yang secara konsisten dilakukan Pemkab Agam, apalagi di wilayah rawan bencana seperti Malalak.

“ Semua harus bergerak sejak ini, selamat daerah, selamatkan lingkungan demi anak cucu kita kelak, “ sebut Indra Catri.

Diharapkan, program menaman, seiring rencana strategis daerah Agam Menyemai mesti menjadi kegiatan harian masyarakat, termasuk di Malalak dengan program menaman di kawasan rawan dan pernah terkena longsor, untuk mengantisipasi dampak serupa.

Program penamanan pohon bambu di sepanjang tebing terjal yang terkelupas oleh longsor itu, menjadi perhatianbanyak pihak, beberapa daerah di Sumbar mulai melirik program serupa, sebagai langkah antisipasi ancaman longsor, mengingat semakin rusaknya hutan akibat penebangan liar, dan ancaman banjir bandang jika hujan lebat terjadi, karena tidak ada pohon penahan air di hutan.

(Harmen)

JFC Peduli Malalak, Bantu 600 Bibit Pinang

Respon banyak pihak terhadap program menanam dan Agam menyemai semakin kuat. Dibuktikan, berbagai komunitas secara spontan mendukung program penghijauan dan terobosan yang dilakukan Pemkab Agam, terutama camat Malalak dengan menanami tebing terjal dengan pepohonan, khususnya bambu untuk penahan longsoran tanah.

Seperti halnya jazzficlub (JFC) area Sumbar yang membantu 600 bibit pohon pinang untuk ditanami di sepanjang ruas jalan terdampak longsor jalur Malalak-Balingka. Bantuan itu diserahkan ketua JFC area Sumbar Andri Saputra dan coordinator JFC Agam Ahmad Jeni pada camat Malalak Harmezi.

Kepedulian itu menurut Ahmad Jeni, sebagai wujud peduli lingkungan dan program Agam Menyemai yang digalang bupati Agam, dan diharapkan dukungan tersebut bisa menjadi bagian dari program antisipasi longsor di jalur lintas negara yang banyak dilewati masyarakat itu, “ ini program strategis dan kami berperan penuh, “ sebutnya.

Disisi lain, berbagai komunitas ikut ambil bagian dari program peduli lingkungan menanam 10.000 pohon bambu dan pohon pinang, seperti PMI, anggota KSB dari berbagai nagari, anggota SENKOM, Tagana, TKSK, perantau Malalak, KWSB, dan organisasi lain dibawah koordinasi BPBD, Dinsos Agam dan camat Malalak.

“ Kita berupaya mendorong seluruh pihak, untuk peduli lingkungan, program Agam Menyamai dengan menanami tebing dan lereng pebukitan di sepanjang jalan Malalak itu, sebagai langkah antisipasi dini terhadap ancaman longsor yang rutin di Malalak, ini salah satu program forum pengurangan resiko bencana ,” sebut Bambang Warsito, kepala BPBD Agam.

(Harmen )

OPD Pemkab Agam Peduli PRB, 10.000 Pohon Bambu Ditanam

Komitmen peduli lingkungan termasuk ancaman bencana longsor dan banjir bandang di kabupaten Agam semakin menggeliat. Seluruh organsiasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Agam terlibat aktif dalam gebyar menanam 10.000 bibit pohon bamboo di sepanjang tebing ruas jalan negara Malalak-Balingka yang keropos oleh longsor.

Sebanyak 12 titik yang menjadi kawasan rentan longsor di Malalak digarap bersama seluruh tim OPD Pemkab Agam, dibantu berbagai organisasi sosial yang pro-aktif dalam acara penanaman massal itu.

Dukungan OPD Pemkab Agam dirasakan maksimal camat Malalak Harmezi pasalnya, pihaknya bersama masyarakat sangat,  membutuhkan dukungan,  agar agenda penghijauan dan penataan lingkungan yang digalang pihaknya saat ini bisa berjalan optimal.

Gebyar menanam 10.000 pohon bambu dan 600 pohon pinang itu, digalang bersama warga, dibuktikan dengan peran warga mencari bibit bambu di belantara hutan Malalak dan ditanam bersama di sepanjang tebing terjal di 12 titik tebing terjal dan pebukitan dengan medan berat dan rawan.

“ Kami sangat mengapresiasi dukungan itu, sehingga agenda besar masyarakat Malalak menggerakkan program antisipasi dini terhadap ancaman bencana longsor itu bisa terlaksana dengan baik, kami sangat  berterimakasih, “ sebutnya.

Harmezi , mengaku terbantu dengan gencarnya informasi media massatentang program Malalak, yang efektif untuk kemajuan Malalak, “ kami berterimakasih akan hal itu,” sebutnya

(Harmen)

Malalak Harus Bergerak Maju, Kembangkan Potensi Yang Ada

Bupati Agam H.Indra Catri tegaskan, kecamatan Malalak harus bergerak maju dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di wilayah itu. Banyak hal yang bisa dikembangkan untuk mendorong kemajuan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati berharap, ide-ide kreatif, pemanfaatan potensi alam, partisipasi aktif masyarakat dan hal-hal lain, akan sangat membantu pencapaian target Malalak untuk bisa menjadi wilayah maju dan berkembang.

Apalagi di usia 10 tahun, eksistensi masyarakat dan berbagai lembaga yang ada di Malalak sudah semakin membaik, bahkan banyak aspek khsusu yang menonjol diperlihatkan Malalak yang bisa dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk memacu kemajuan di berbagai aspek.

Catatan itu, disebutkan bupati Agam untuk memotivasi komponen yang ada di Malalak sejalan dengan rangkaian 10 tahun usia kecamatan Malalak secara sejak mandiri dari kecamatan IV Koto, 24 Mei 2007 lalu.

Menurutnya, terobosan dan ide-ide kreatif yang bisa mendorong peran masyarakat dalam beraktifitas, mengingat potensi alam Malalak, serta dukungan kalangan perantau sangat luar biasa untuk kemajuan daerah itu.

Bupati Agam itu merespon ujicoba terbang layang di Malalak pekan lalu dan dampaknya akan sangat positif untuk mempromosikan potensi Malalak ke berbagai pihak. Bahkan bupati optimis hal itu bisa menjadi ikon tersendiri bagi Malalak untuk menarik perhatian dan kunjungan wisatawan, ditunjang dengan potensi wisata alam yang luar biasa yang harus dikedepankan.

Komitmen Pemkab Agam mendorong kemajuan Malalak sendiri sangat luar biasa dan hal itu terlihat dari berbagai terobosan yang dilakukan saat ini. Bahkan, tim paralayang Agam yang menggelar uji coba terbang, bahkan direncanakan akan digelar event khusus rutin di Malalak.

Bupati Agam H. Indra Catri itu, berharap, tak hanya Malalak seluruh kecamatan di Agam harus menggeliat cepat, memacu pengembangan potensi wilayah, mendorong peran masyarakat nagari dan menjalin hubungan harmonis dengan semua lini, sehingga target kemajuan pembangunan yang sesungguhnya, yakni mensejahterakan masyarakat akan terealisasi.

(Harmen)

 

To Top