Lubukbasung, kaba12 — Ramadhan bukan hanya bulan ibadah pribadi, tetapi juga bulan kepedulian sosial. di saat kita menahan lapar dan dahaga, ada saudara – saudara kita yang mungkin merasakan hal serupa bukan karena puasa, melainkan karena keterbatasan.
Disinilah sedekah menemukan maknanya.
Memberi di bulan Ramadhan terasa lebih ringan, namun pahalanya begitu besar bahkan sering kali, yang sedikit dimata manusia justru berat di timbangan amal di sisi Allah.
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat di bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadist disebutkan :
“Rasulullah SAW Adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi teladan jelas, bahwasanya Ramadhan adalah waktu terbaik melatih hati agar tidak terlalu terikat pada harta. Sebab harta sejatinya bukan yang disimpan, melainkan yang dibagikan.
Sedekah tidak harus menunggu kaya. Bisa dalam bentuk makanan berbuka, bantuan kepada tetangga, dukungan untuk masjid, atau sekadar membantu dengan tenaga dan perhatian. Nilai sedekah bukan pada jumlahnya, tetapi pada keikhlasan dan ketulusannya.
Ramadhan 1447 H menjadi kesempatan memperluas kepedulian. Jangan biarkan bulan suci berlalu tanpa jejak kebaikan yang kita titipkan kepada sesama. Karena boleh jadi, doa tulus dari orang yang kita bantu menjadi sebab datangnya keberkahan dalam hidup kita.
(TAUFIQ/*)