Kaba Terkini

Santriwati Parabek Jatuh Dari Ketinggian 20 Meter

Posted on

Agam, KABA12.com — Warga Parabek Kabupaten Agam dikejutkan dengan peristiwa jatuhnya seorang santri dari atas loteng pondok.

MR (14) santriwati Pondok Pesantren Sumatera Tawalib Parabek, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, diinformasikan jatuh dari atas loteng pondok pesantren lantai enam dengan ketinggian sekitar 20 meter, Senin (01/08) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dari pantauan di lapangan sebuah loteng jebol di lantai enam yang diduga diinjak oleh korban.

Sesuai keterangan dari Kabah Humas pesantren Parabek, Taufik, pada hari kejadian, seluruh santri mengadakan gotong royong membersihkan kamar.

Tanpa diketahui pihak asrama, 10 orang santriwati naik ke loteng menggunakan meja dan kursi dari salah satu ruangan yang tidak terpakai. Tujuan mereka untuk melihat pemandangan dari ketinggian gedung asrama.

Namun, tanpa diduga korban menginjak salah satu loteng yang terbuat dari gipsum. Tempat pijakan itu jebol dan korban jatuh ke lantai dasar.

Ketika kejadian itu, pihak pesantren langsung membawa korban ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong. Ketika sampai di lantai dasar, bagian kanan tubuh korban memang terluka parah.

Setelah dari rumah sakit, korban langsung dibawa ke kampung halamannya di Painan, Pesisir Selatan dan pihak keluarga bisa menerima kejadian ini dengan ikhlas, sebab ini murni musibah.

“Karena kesibukan mengurus kejadian itu, sampai mengantar korban ke rumah orangtuanya, kami terlambat memberitahu pada Polsek. Tapi, pada hari ini, secara resmi kami sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek dan sudah dilakukan olah TKP oleh polisi,” ungkap Taufik.

Kapolres Bukittinggi melalui Kapolsek Banuhampu Sungai Puar. AKP. Yulandi Rusadi membenarkan kejadian tersebut. Namun, pihak kepolisian baru diberitahu setelah dua hari setelah kejadian yaitu pada Rabu (03/08).

“Sesuai keterangan beberapa saksi, kejadian ini murni kecelakaan. Namun, kami dari kepolisian melakukan penyelidikan dan pihak inafis dari Polres Bukittinggi juga sudah melakukan olah TKP,” terang Yulandi.

(Ophik)

Populer

Exit mobile version