Kaba Terkini
RPJMD 2021-2026 Disetujui, Nur Hasra : Saatnya Wako dan Wawako Tancap Gas
Bukittinggi, KABA12.com — DPRD dan Pemko Bukittinggi, telah menandatangani Nota Kesepakatan Ranperda RPJMD 2021-2026, dalam rapat paripurna, di Gedung DPRD, Rabu (04/08). Hal ini menjadi salah satu landasan untuk Kepala Daerah Bukittinggi dalam melaksanakan tugas sesuai Visi Misi yang telah disusun.
Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Nur Hasra, menyampaikan, RPJMD atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah 5 tahun ke depan. Didalamnya terdapat penjabaran dari visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan Wali Kota Erman Safar dan Wakil Wali Kota Marfendi untuk 5 tahun ke depan 2021-2026.
Visi Wako-Wawako Bukittinggi “Menciptakan Bukittinggi Hebat berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”.
Konsep “HEBAT” dijabarkan kedalam 7 Misi. Hebat pada Sektor Peningkatan Ekonomi Kerakyatan, Hebat pada Sektor Pendidikan, Hebat pada Sektor Kesehatan dan Lingkungan, Hebat pada Sektor Pariwisata, Seni, Budaya dan Olahraga, Hebat pada Sektor Tata Kelola Pemerintahan, Hebat pada Sektor Sosial Kemasyarakatan, Hebat pada Sektor Pertanian.
Tolok ukur keberhasilan pembangunan Bukittinggi 5 tahun ke depan, menurut Nur Hasra, jelas akan ditentukan pada keberhasilan Kepala Daerah menterjemahkan secara baik visi dan misi tersebut dalam pencapaian tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan pembangunan yang merespon kearifan lokal, kondisi masyarakat, mengkaji tingkat kebutuhan serta aspirasi masyarakat Kota Bukittinggi diberbagai sektor. Semua itu tidak terlepas dari kondusifitas jalannya pemerintahan, jalinan kemitraan yang baik antara dengan Eksekutif dan Legislatif, dukungan stakeholder dan tidak terkecuali peran serta seluruh warga masyarakat Bukittinggi sendiri demi terwujudnya Visi “Bukittinggi Hebat berlandaskan ABS-SBK” tersebut.
“Nota kesepahaman sudah ditandatangani, tinggal sekarang Walikota dan Wakil Walikota berjalan bergandengan, bahkan harus tancap gas dengan kecepatan penuh, dalam mewujudkan Visi dan Misi itu semua. Tidak ada waktu lagi untuk berleha dan bersantai. Masyarakat Bukittinggi menunggu. Jangan bersimpang jalan dan jangan ada kata meninggalkan dan ditinggalkan. Jangan berlari sendiri-sendiri. Berlarilah beriringan sesuai komitmen awal. Ingat, masyarakat Bukittinggi memilih satu paket pasangan Kepala Daerah, Walikota dan Wakil Walikota,” ungkap Politisi dari PKS ini, saat dihubungi KABA12.com, Jumat (06/08)
Nur Hasra juga meminta agar Wako dan Wawako, secara bertahap, memenuhi janji-janji politik yang disampaikan ketika kampanye Pilkada lalu. “Jangan menunggu ditagih, penuhi sebelum ditagih dan jangan tebang pilih. Walikota dan Wakil Walikota adalah milik semua masyarakat Bukittinggi. Jangan memberi perlakuan berbeda, ayomi semua masyarakat dengan baik,” tambahnya.
Jika tidak, lanjut Nut Hasra, tentu Visi Bukittinggi Hebat akan menjadi sebuah pepesan kosong serta harapan semu, yang tidak akan terwujud di tengah kondisi masyarakat Bukittinggi yang saat ini dilanda keterpurukan diberbagai sektor disebabkan pandemi Covid-19 yg tidak kunjung berakhir. “Semoga Bukittinggi ke depan betul-betul “HEBAT” berdasarkan ABS-SBK, “tegasnya.
(Ophik)