Kaba Bukittinggi

Reuni Gadang IASMA 1 Bukittinggi, Silaturrahmi dan Motivasi

Bukittinggi, KABA12.com — Reuni Gadang 2019 Ikatan Alumni SMA (IASMA) 1 Landbouw Bukittinggi menjadi momen tak terlupakan bagi para alumni, pelajar dan pihak sekolah sendiri.

Kegiatan silaturrahmi dan kebersamaan lintas angkatan itu, dilaksanakan dari tanggal 12 hingga 14 September 2019.

Ketua IASMA 1 Bukittinggi, Hasnul Suhaimi, menjelaskan SMAN 1 Bukittinggi telah menghasilkan banyak alumni yang berhasil di bidangnya. Sejak dibentuk tahun 2000 silam, IASMA 1 sudah terdaftar sebanyak 10.000 alumni.

Reuni menjadi agenda rutin tahunan, bahkan, sekali lima tahun dilaksanakan reuni gadang di SMA 1 Bukittinggi, seperti tahun ini panitia penyelenggara dari angkatan ’91 dan ’92.

“Banyak kegiatan sosial yang telah dilaksanakan, baik itu dibidang agama, sosial dan pendidikan. Tujuannya memang untuk menciptakan rasa kebersamaan, memberikan yang terbaik untuk sekolah dan stakeholder terkait serta mengembalikan prestasi SMAN 1 sebagai sekolah terbaik, bahkan kita harapkan menjadi pusat pendidikan di Indonesia, minimal di Sumatera Barat,” ungkapnya.

Bupati Agam, Indra Catri, alumni SMAN 1 Bukittinggi angkatan 79 mengungkapkan peran alumni cukup besar bagi perkembangan sekolah dan siswa yang sekolah saat ini. Kegiatan reuni bukan hanya seremonial belaka, namun menjadi momentum mempererat silaturrahmi serta motivasi bagi pelajar.

“Jangan lihat kehadiran, tapi lihat spirit yang dilahirkan. Dengan kehadiran alumni, para pelajar akan termotivasi lebih hebat lagi dari alumni sekarang. Banyak tamatan SMAN 1 Bukittinggi menjadi orang hebat, bahkan dikenal sampai luar negeri. Dengan demikian, mereka termotivasi untuk dapat lebih giat belajar dan menyerap pengalaman dari para alumni.,” ujar Indra Catri yang digadangkan- gadangkan masuk bursa calon Gubernur Sumbar pada pilkada 2020 mendatang.

Prof. DR. Irwandi Jaswir, alumni SMAN 1 Bukittinggi, angkatan ’89, salah satu alumni yang bisa dikatakan sukses dibidangnya, meluangkan kesempatan untuk memberikan pengalaman serta motivasi bagi para pelajar. Irwandi Jaswir, merupakan guru besar di Malaysia.

Profesor Indonesia ini baru saja dianugerahi penghargaan King Faisal International Prize untuk kategori Service to Islam atau Berjasa untuk Islam. Dengan berbagai prestasi dan pengharagaan itu, Irwandi Jaswir kini dikenal dengan profesor halal. Ia mengusung visi mengembangkan halal science untuk mempermudah pendeteksian unsur yang haram bagi umat Islam di dalam makanan atau produk lainnya seperti obat dan kosmetik, sehingga umat Islam tidak perlu lagi bingung ketika memilih produk halal.

“Meskipun berkarya di luar negeri, namun hati dan kontribusi untuk Indonesia khususnya di Bukittinggi akan menjadi prioritas kami. Pengalaman ini tentu bisa menjadi motivasi dan penyemangat bagi adik adik kami. Mereka akan jadi penerus bangsa. Kami berharap semua pelajar saat ini akan menjadi orang besar dan mampu menghadapi era revolusi industri 4.0,” ujarnya.

(Ophik)

To Top