Kaba Tausyiah

Refleksi Diri, Apa yang Sudah Berubah Selama Ramadhan

Posted on

Lubukbasung, kaba12 — Pembaca kaba12, tanpa terasa Ramadhan sudah berada di penghujungnya. Bulan yang penuh berkah ini hampir sampai di garis akhir. Moment ini, mungkin ada satu pertanyaan yang patut kita renungkan bersama.

Apa yang sudah berubah dari diri kita selama Ramadhan?

Selama hampir sebulan, umat islam menjalani berbagai ibadah dan amalan kebaikan lainnya. Menahan lapar, dan dahaga, menjaga lisan, memperbanyak ibadah, hingga berusaha lebih sabar dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Semua itu, sejatinya bukan hanya ritual tahunan, tetapi proses pembentukan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Dapat kita pahami bersama, dari ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membetuk ketakwaan. Artinya setelah menjalani Ramadhan, seharusnya ada perubahan dalam sikap, perilaku dan cara kita menjalani kehidupan.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa orang yang paling beruntung adalah mereka yang mampu memperbaiki diri. Dalam sebuah hadist disebutkan:

“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Tirmidzi)

Sahabat kaba12, akhir Ramadhan jadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi. Bukan untuk menilai diri orang lain, tetapi untuk melihat kembali perjalanan diri sendiri selama bulan suci ini.

Apakah kita menjadi lebih rajin shalat?
Apakah lisan kita lebih terjaga?
Apakah hati kita lebih mudah bersyukur dan memaafkan?

Jika ada perubahan kecil ke arah yang lebih baik, itu sudah menjadi langkah yang sangat berarti, karena perubahan sering kali dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Ramdhan akan segera berlalu, tetapi nilai – nilai yang diajarkannya seharusnya tetap hidup dalam kehidupan hari-hari. Kesabaran, kedisiplinan sosial, serta kedekatan dengan Allah adalah bekal yang perlu terus dijaga.

Semoga Ramadhan tahun ini tidak hanya menjadi bulan yang terlewat begitu saja, tetapi benar – benar meninggalkan jejak perubahan dalam diri setiap kita.

(TAUFIQ/*)

Populer

Exit mobile version