Agam

Redam Peredaran Narkoba, Agam Usulkan Status BNK Naik

Lubukbasung, KABA12.com — Meredam maraknya kasus narkoba di kabupaten Agam saat ini yang telah merambah seluruh pelosok nagari dan seluruh lapisan masyarakat, Pemkab Agam membuat langkah-langkah strategis bersama unsur terkait. Dari hasil operasi penangkapan dan pengungkapan kasus narkoba oleh Satresnarkoba baik Polres Agam maupun Polres Bukittinggi yang sukses menangkap dan membongkar jaringan narkoba yang cukup terorganisir.

“Kita cemas adanya loss generation di Agam dengan maraknya narkoba ini, Agam yang dikenal dengan industri otaknya akan hanya tinggal kenangan, ” ungkap Bupati Agam, Indra Catri.

Untuk itu, lanjutnya Pemkab Agam telah menganggarkan dana melalui APBD Agam dibeberapa OPD seperti di Badan Kesbangpol, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga yang ditujukan untuk lebih menggencarkan sosialisasi pencegahan dan pengurangan peredaran narkoba di masyarakat Agam.

Namun yang jadi hambatan bagi Badan Narkotika Kabupaten (BNK) yang diketuai Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan, keterbatasan gerak karena status dan kedudukan BNK yang hanya bisa dalam bentuk sosialisasi maupun lewat baliho, “kita harus lebih pro aktif untuk ini, agar lebih efektif memberantas narkoba” tukas wabup.

Trinda menyebutkan perlu kelembagaan yang lebih concern dan bisa lebih berdaya dalam pemberantasan narkoba.

Ketua BNK Agam didampingi Kabag Organisasi, Zufren, SP mengunjungi Kementeria PAN RB dalam rangka pengusulan perobahan status BNK menjadi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), Senin (05/03).

Pada pertemuan tersebut disampaikan kesiapan Agam untuk perobahan status tersebut, dan dari usulan 5 kabupaten/kota di Sumbar, Agam rangking pertama, dan dari 70 kabupaten/kota se-Indonesia Agam peringkat ke 12.

“Kita serius untuk meningkatkan status kelembagaan anti narkoba ini karena kita sangat prihatin maraknya narkoba di Agam, kita telah siapkan lahan bersertifikat untuk dibangun gedung, personil, sarana dan prasarana serta dana, dan kesiapan kita ini akan diverifikasi oleh tim KemenPAN RB pada Juni-Juli 2018 ini dan kita mohon doa seluruh masyarakat Agam untuk bisa terwujudnya harapan kita bersama,” sebutnya.

Setelah KemenPAN RB, roadshow pembentukan BNNK itu, Selasa (06/03) Wabup bersama Kabag Organisasi Sekab. Agam terus ke kantor BNN dan disambut kepala biro kepegawaian dan organisasi BNN, Bambang Hastobroto Sudarmono. BNN sangat apresiasi sekali dengan keinginan kuat Agam untuk membentuk BNNK ini.

“Memang target kita seluruh kabupaten/kota dan propinsi akan dibentuk BNNK, namun karena keterbatasan anggaran, terpaksa secara bertahap kita lajukan,” katanya.

Pemkab Agam berharap dukungan masyarakat untuk pencegahan penggunaan narkoba ini, “pintu masuk ke Agam itu dari segala penjuru, baik melalui Pasaman Barat ke Lubukbasung sekitarnya, lewat Medan/Aceh via Palupuh dan dari Aceh serta Riau via Payakumbuh, atau jalur Selatan, ini menjadi tantangan berat bagi kita bersama” kata Wabup.

Trinda juga mengapresiasi kelompok independen seperti GEMA BERLIAN (Gerakan Pemuda Bersama Peduli Anti Narkoba) yang telah dibentuk Dinas Parpora Agam, yang terdiri dari unsur pemuda yang ada di nagari se kabupaten Agam.

“Semoga organisasi seperti ini bisa lebih berkembang ditengah masyarakat, sehingga Agam tidak lagi darurat narkoba,” ulasnya.

(Jaswit)

To Top