Agam

Realisasi Pajak Kabupaten Agam Baru Rp. 13,9 Milyar

Lubukbasung, KABA12.com — Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Agam baru berhasil mengumpulkan hasil pajak daerah Rp. 13,9 milyar atau 37,73% dari target Rp. 37 milyar. Target penerimaan pajak pada triwulan II 2019 lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yakni Rp. 31 milyar.

“Penerimaan pajak hingga triwulan II tahun ini Rp. 13,9 milyar lebih tinggi Rp. 69 juta dari tahun lalu,” kata Kepala Bakeuda Agam melalui Kabid PAD I, Emra Suspilip saat ditemui KABA12.com, Kamis di ruang kerjanya.

Pilip menuturkan Rp. 13,9 milyar itu berasal dari Rp. 183 juta Pajak Hotel, Rp. 1,09 milyar pajak Restoran, Rp. 9,3 juta pajak Hiburan, dan Rp. 299 juta pajak Reklame. Kemudian, Rp. 8,8 milyar pajak Penerangan Jalan, Rp. 2,8 milyar pajak Bea Perolehan Hak Aatas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Rp. 244 juta pajak Air Tanah.

Lalu, Rp. 244 juta pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan. Serta, Rp. 344 juta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Lebih rinci dijelaskan, Pajak Hotel sebesar Rp. 183 juta itu baru terealisasi 30,01% dari target Rp. 613 juta, kemudian pajak Restoran baru 41,55% dari target Rp. 2,6 milyar. Lalu Rp. 9,3 juta pajak Hiburan baru terealisasi 36,64% dari target Rp. 25,4 juta. Sedangkan untuk pajak Reklame baru terealisasi sekitar 27,32% dari target Rp. 1,09 milyar.

“Untuk pajak reklame realisasinya masih rendah dipengaruhi Pileg kemaren. Karena hampir keseluruhan iklan caleg-caleg itu tidak membayar pajak. Namun, hal itu tidak hanya terjadi di Agam saja, di daerah lain juga mengalami hal serupa,” ujarnya.

Sementara untuk pajak Penerangan Jalan pada triwulan II ini baru terealisasi 39,13% dari target Rp. 22,7 milyar, pajak BPHTB sudah terealisasi 61,87 persen dari target Rp. 4,6 milyar. Kemudian, pajak Air Tanah terealisasi 49,12% dari target 100 juta, pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan sebesar baru sekitar 11,72% dari target Rp. 2 milyar. Terakhir, PBB-P2 baru terpungut sekitar 10,87% dari target Rp. 3 milyar.

“Secara persentase realisasi penerimaan pajak tahun ini memang rendah, hanya saja secara nominalnya jauh meningkat. Karena target dari masing-masing item pajak daerah pada tahun 2019 dinaikkan, atau target tahun ini lebih tinggi dari tahun 2018 lalu,” tukasnya.

Dia pun optimistis target penerimaan pajak akan terealisasi di akhir tahun meski target penerimaan pajak belum mencapai 50%. Pihaknya bakal terus menggenjot wajib pajak membayar kewajiban.

“Insyaallah tercapai. Karena kita juga lakukan monitoring dan pengawasan secara ketat,” ucapnya.

(Jaswit)

To Top