Kaba Pemko Bukittinggi

Razia Sampah, 52 Warga Diringkus

Bukittinggi, KABA12.com —  Akibat banyaknya warga yang membuang sampah di luar jam yang ditentukan, dalam dua hari terakhir, Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP gelar razia sampah.

Dalam  razia yang digelar  dua hari tersebut, tercatat sebanyak 52 berhasil ditangkap dan petugas mengamankan KTP warga untuk diproses sesuai Perda yang berlaku.

Pantauan KABA12.com, sejak Selasa (23/05) pagi sebanyak enam titik tempat pembuangan sampah dalam Kota Bukittinggi ditempatkan dua orang petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP.

 Kalau ada yang dipergoki membuang sampah langsung ditindak dengan dicatat identitasnya dan KTP langsung ditahan dan bisa mengambil di Satpol PP Bukittinggi.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Satpol PP Kota Bukittinggi, Drs Syafnir, razia melibatkan tim Satpol PP, Dinas lingkungan hidup.

Razia kali ini langsung menempatkan petugas di beberapa tempat yang sering digunakan masyarakat membuang sampah, terutama pagi hari.

Pada razia dengan cara itu, tim sering terkecoh oleh masyarakat yang membuang sampah rumah tangga seperti menggunakan kantong plastik yang melempar ketika sepeda motor masih sedang berjalan dan langsung tancap gas setelah membuang sampah.

Walaupun berasal dari Bukittinggi  dibuktikan dengan KTP tapi, karena membuang sampah pada waktu di luar ketentuan, yang bersangkutan dan barang bukti dibawa ke Satpol PP.

Dijelaskan Syafnir, setidaknya dalam razia dua hari terakhir sudah terjaring sebanyal 52 orang di enam tempat pembuangan sampah. Untuk aktifnya kegiatan ini, razia dengan menunggu di TPS yang sering digunakan masyarakat untuk buang sampah.

 Untuk sosialisasi, kegiatan ini sudah disampaikan pada seluruh camat untuk menyampaikan pada warganya setiap kesempatan.

” Razia ini kita tidak perlu sosialisasi lagi, sebab sudah sering dilakukan, kita langsung penindakan sesuai dengan Perda Nomor 5 tahun 2014  yang terjaring diberi sanksi tindakan pidana ringan (tipiring) yaitu tiga bulan kurungan penjara atau denda paling banyak Rp 5 juta,” jelasnya.

Sesuai Perda yang berlaku, dilarang membuah sampah dari pukul 6 pagi sampai pukul 6 sore dan yang dibenarkan adalah pukul 6 sore sampai pukul 6 pagi hanya untuk warga Bukittinggi.

” Kalau ada warga  dari luar kota Bukittinggi  membuang sampah ke dalam kota, walaupun malam hari, juga kita tindak,” tegas Syafnir.

Secara terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs Supadria menjelaskan, masih ada warga luar Bukittinggi yang membuang sampah ke dalam kota karena minimnya tempat penampungan sampah di luar kota, ini menambah beban anggaran kota.

“Kami sudah perkirakan, sampah perhari di Bukittinggi sekitar 90 ton, tapi kenyataannya  hingga 180 ton,  kami menelusuri dan mencari informasi, ternyata warga di luar Bukittinggi yang membuang sampah mereka ke sini,” sebut Supadria.

(Ikhwan)

To Top