Hukum dan Kriminal

Razia Pekat, Satu PSK Medsos Sedang Hamil Terjaring

Bukittinggi, KABA12.com —  Razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar oleh tim Pekat Bukittinggi Rabu (09/08) malam berhasil menjaring seorang perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan sistem melalui media sosial. Ironisnya, wanita dengan inisial CAA (21) berstatus seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Padang dan sedang hamil 6 bulan.

Pantauan KABA12.com, razia malam itu yang dimulai sekitar pukul 22.00 WIB dengan melibatkan tim pekat dengan leading sektor Satpol PP terdiri dari Polri, TNI, Sub Den Pom, langsung bergerak ke tempat-tempat rawan terjadinya hal-hal yang berbau penyakit masyarakat (pekat). Pasalnya, belakangan Satpol PP masih sering mendapat pengaduan secara lisan maupun tertulis tentang maraknya hal-hal yang berbau pekat di sejumlah tempat tertentu.

Untuk memaksimalkan kagiatan, tim langsung diterjunkan menjadi dua bagian dengan sasaran utama adalah beberapa hotel kelas melati yang ada di Bukittinggi. Pada Tim yang dipimpin oleh Kabid Ketentraman dan Ketertiban Dinas Pol PP Bukittinggi, Sanji meraziai beberapa hotel yang ada di jalan A Yani (kampung cina). Pada hotel S, ditemukan satu wanita tamu hotel tanpa menggunakan KTP.

Atas dasar itu, wanita itu dibawa ke Satpol PP untuk didata dan dimintai keterangan. Tapi, dengan polosnya yang bersangkutan mengaku, kalau sebelum petugas datang, dia berdua dengan seorang laki-laki yang diakui sebagai pelanggannya berhubungan terlarang. Karena, diberitau oleh petugas hotel pelanggannya langsung keluar.

Ketika dilakukan interogasi di Satpol PP CAA mengaku kalau dia sudah hamil enam bulan oleh pacarnya. Ia menjalankan profesi menjadi PSK sejak setahun terakhir dengan transaksi melalui media sosial (medsos) dengan tarif untuk dua jam sebesar Rp 250 ribu dengan perjanjian untuk sewa hotel dibayar oleh pemesan.

Wanita yang mengaku dari kabupaten Agam dan baru semester satu ini juga mengakui, kalau dia mengetahui transaksi sex melalui media sosial diperkenalkan oleh temannya sesama mahasiswi. Sejak, itu dia merasa ketagihan dan laki-laki hidung belang yang memakai dirinya selalu menggunakan kontrasepsi. Tapi dia sendiri hamil karena melakukan hubungan terlarang dengan pacarnya.

Kadis Satpol PP, Drs Syafnir menjelaskan, kalau razia pekat memang sebuah kegiatan rutin dengan waktu yang tidak ditentukan untuk menekan hal-hal yang berbau maksiat. Untuk razia di 11 hotel dan beberapa tempat minum kedai tuak, tidak ditemukan ada yang melakukan pelanggaran, hanya satu wanita tanpa KTP menjadi tamu salah satu hotel.

” Wanita yang kita jaring ini, mengaku sebagi PSK dengan transaksi melalui medsos ini akibat kejelian dari anggota yang turun ke lapangan dengan memeriksa HP dan memang ditemukan banyak pesanan memboking wanita ini di media sosial pribadinya. Untuk sementara kita masih melakukan pemeriksaan dan bisa saja dipanggil pihak keluarganya untuk menjemputnya ke kantor,” ungkap Syafnir.

(Ikhwan)

To Top