Kaba Terkini

RAPI-BALMON Padang Sosialisasi Frekuensi Radio Pada Nelayan di Tiku

Tiku, kaba12.com — Pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Agam bekerjasama dengan Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Padang didampingi BPBD Agam gelar sosialisasi pemakaian frekuensi radio untuk kalangan nelayan di Tiku, kecamatan Tanjung Mutiara, Rabu,(16/10).

Sosialisasi yang merupakan salah satu program prioritas RAPI Agam itu, digelar di kawasan pantai Tiku, langsung pada kalangan nelayan dalam upaya membantu proses komunikasi dua arah dengan para nelayan yang melaut.

Sosialisasi itu sekaligus untuk memantau para nelayan yang memakai perangkat alat komunikasi radio (HT) saat turun melaut, untuk membantu para nelayan dalam menjalankan aktivitasnya.

Kepada pengguna alat komunikasi radio amatir diberi penjelasan oleh ketua RAPI Agam Hj.Sita Tusti tentang pelayanan perizinan pemakaian frekuensi radio melalui kerjasama RAPI Agam dengan Badan Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Padang.

Ketua RAPI Agam Hj. Sita Tusti, saat roadshow mobile dalam rangka sosialisasi di sepanjang pantai Pasir Tiku itu menegaskan, hal itu dilakukan tim RAPI Agam, agar frekuensi radio amatir komunìkasi para nelayan dapat terkontrol dan tidak mengganggu permintaan frekuensi lain, terutama frekuensi penerbangan dan Internasional.

” Masyarakat di Tanjung Mutiara yang menggunakan alat komunikasi radio cukup banyak, dan perlu kita tertibkan. Bila belum ada izin pemakaian, akan kita permudah pembuatan izin dan harus tercatat. Sebab RAPI merupakan organisasi yang multiguna untuk turut membantu masyarakat, terutama dalam komunikasi pemakaian frekuensi radio sebagai alat komunikasi antar mereka dan antar perahu atau kapal saat berlayar menangkap ikan ditengah laut,” ulasnya.

Ditambahkan, saluran komunikasi merupakan satu-satunya yang bisa dipergunakan para nelayan adalah radio amatir, yang frekuensinya justru harus diatur dan jika sudah terdata nelayan yang menggunakan radio, maka RAPI bekerjasama dengan Kominfo akan memfasilitasi segala kebutuhan agar selama berlayar mudah berkomunikasi.

” Lagi pula kita di darat juga mudah memantau peristiwa yang terjadi ditengah laut luas. Selama ini para nelayan ada yang terjebak atau terdampar. Karena tidak memakai alat komunikasi radio amatir maka mereka sulit berkomunikasi untuk minta bantuan, baik sesama nelayan atau kapal, apalagi memberikan laporan ke daratan,” ulas ketua RAPI Agam itu lagi.

Sementara Kepala BPBD Agam M. Lutfi. AR, bersama Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Yunaidi.S, menyambut baik kegiatan yang dilakukan RAPI Agam, membantu para nelayan yang menggunakan alat komunikasi radio amatir dengan mempermudah mendapatkan izin pemakaian radio.

Disebutkan M.Lutfie, alat komunikasi selain handphone, radio amatir ini mampu menembus jangkauan sinyal sampai sesama radio yang ada di kapal lain dan juga ke sesama nelayan.

” Bila terjadi insiden atau musibah di tengah laut saat menangkap ikan maka kita akan cepat mengetahui, dan segera memberikan bantuan,” ulas kepala BPBD Agam itu.

Sosialisasi mobile frekuensi radio untuk kalangan nelayan itu dihadiri Kepala Badan Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas ll Padang, Zainullah Manan, SY, MT bersama jajarannya sementara dari RAPI Agam diikuti ketua Hj. Sita Tusti, Sekretaris Irwandi dan anggota lainnya.

HARMEN

To Top