Kaba Terkini

Putus Rantai Covid-19, Kesadaran Warga Belum Optimal

Posted on

Evaluasi pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sumbar dalam wilayah kabupaten Agam, kesadaran dan disiplin masyarakat untuk mematuhi penerapan protokol penanganan covid-19 belum maksimal.

Masih banyak titik-titik yang harus dikaji dan dimaksimalkan dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19, terutama aktivitas pasar, kegiatan kumpul-kumpul warga, aktivitas kedai dan kafe-kafe termasuk potensi penyebaran lain yang belum optimal ditertibkan.

Di kabupaten Agam, bupati Indra Catri menegaskan, cukup banyak catatan dan bahan evaluasi yang disiapkan pihaknya untuk dilaporkan secara khusus pada gubernur Sumbar, terkait dengan evaluasi pelaksanaan PSBB Sumbar yang berakhir tanggal 5 Mei mendatang.

Secara khusus, sebut Indra Catri, pihaknya mengusulkan perpanjangan masa PSBB atau PSBB II Sumbar dengan pola dan strategi yang lebih tajam dan ketat, mengingat perkembangan situasi penanganan penyebaran covid-19, apalagi terjadi peningkatan jumlah warga terpapar positif virus corona dengan lonjakan yang cukup drastis.

“ Termasuk kabupaten Agam, saat ini pertahanan yang dibangun mulai dijebol, salah satunya kasus di Padang Tarok, Baso yang akan menjadi dasar tambahan bagi Agam untuk mengajukan usulan perpanjangan PSBB di Sumbar, “ulas Indra Catri. HARMEN

Pos Check Point Diperketat, Tak Pakai Masker Disuruh Balik

Penerapan aturan dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sumbar, Satgas Pengamanan Check Point lintas batas kabupaten Agam di seluruh titik yang dibangun gugus tugas percepatan penanganan covid-19 (GTP2 Covid-19) Agam makin memperketat pengawasan di berbagai aspek.

Satgas di seluruh titik check point yang ditunjuk diinstruksikan untuk memeriksa seluruh pengendara baik roda empat maupun roda dua. Bagi yang tidak memakai masker, pengendara akan disuruh balik.

Penerapan aturan harus memakai masker bagi pengguna jalan dan bagi yang tidak menggunakan akan disuruh balik kanan itu, dibenarkan ketua harian GTP2 Covid-19 Agam H.M.Dt.Maruhun, yang menyebutkan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan di lapangan dalam mengantisipasi masuknya potensi penyebaran virus corona di Agam.

Selain protap yang biasa diberlakukan, yakni pemeriksaan kendaraan, suhu tubuh penumpang dan pengendara, pendataan, saat ini diberlakukan aturan ketat untuk pemakaian masker bagi seluruh pengguna jalan.

“ Kita akan terus memperketat pengawasan, mengingat potensi penyebaran covid19 sudah semakin tinggi, apalagi di berbagai daerah di Sumbar sudah semakin banyak yang terpapar kasus covid-19, “ tegas M.Dt.Maruhun.

Diyakinkan M.Dt.Maruhun yang juga Sekab.Agam itu, pihaknya akan terus berupaya maksimal menerapkan berbagai aturan sesuai dengan acuan PSBB serta penerapan protokol penanganan covid-19 yang sudah diinstruksikan sebelumnya pada masyarakat. HARMEN

Bupati Agam Usulkan PSBB II

Menyikapi masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mentaati berbagai instruksi pemerintah dalam menjalankan protokol penanganan covid-19, bupati Agam Dr.H.Indra Catri akan usulkan perpanjangan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Tahap II di Sumatera Barat.

Hal itu dilakukan, sebagai upaya untuk memaksimalkan memutus rantai penyebaran covid-19, tidak hanya menutup akses masuk ke berbagai daerah, meminta perantau untuk tidak pulang kampung, menutup akses-akses sarana yang banyak dikunjungi warga, memaksimalkan peran warga untuk memakai masker, menerapkan pola sosial-physical distancing serta hal-hal lain yang dianjurkan dalam penerapan PSBB.

“Banyak aspek yang harus ditangani dan dibenahi, termasuk memaksimalkan peran masyarakat dalam mentaati berbagai instruksi dalam PSBB. Kita sudah evaluasi PSBB, banyak hal yang harus dilakukan untuk memaksimalkan upaya memutus rantai penyebaran covid-19 di kabupaten Agam, peran masyarakat menentukan, “ tegas Indra Catri. HARMEN

“Saya Selamatkan Anda, Anda Selamatkan Saya “

BupatiAgam Dr.Indra Catri yakinkan, konsep penting dalam upaya memutus rantai penyebaran covid19 adalah peran dan ketaatan masyarakat dalam menjalankan berbagai instruksi pemerintah.

Motto : saya selamatkan anda, anda selamatkan saya, menjadi catatan penting yang harus dilaksanakan seluruh masyarakat, terutama dengan mentaati physical distancing, menjaga jarak, menghindari kerumunan banyak orang dan memakai masker.

“ Itu hal penting yang harus dimaksimalkan pada masyarakat, kesadaran memakai masker dan menjaga jarak aman, adalah kunci penting dalam memutus rantai penyebaran virus corona itu, “ tegasnya.

Pihaknya berharap,seluruh komponen masyarakat berperan nyata di lapangan, mengingtatkan masyarakat lain, saling membantu sesama, termasuk mengawasi berbagai aktivitas di nagari masing-masing, sebagai basis pencegahan penyebaran covid-19,termasuk mendorong efektif berbagai instruksi yang disampaikan pemerintah demi keselamatan bersama.

HARMEN

Populer

Exit mobile version