Kaba Tausyiah

Puasa dan Kejujuran, Integritas Yang Diuji Sepanjang Hari

Posted on

Lubukbasung, kaba12 — Puasa adalah ibadah yang unik, tidak ada yang benar -benar tahu apakah seseorang sedang berpuasa atau tidak, kecuali dirinya dan Allah, di situlah letak nilai kejujuran diuji.

Seseorang bisa saja membatalkan puasanya secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui orang lain.

Namun seorang mukmin tetap menjaganya, bukan karena takut pada manusia, melainkan karena sadar Allah Maha Melihat, inilah latihan integritas paling nyata.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis qudsi:

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadist ini menunjukkan kemuliaan puasa sekaligus kedekatannya dengan nilai keikhlasan dan kejujuran, puasa membentuk pribadi yang konsisten antara yang tampak dan yang tersembunyi.

Ramadhan 1447 Hijriah hendaknya menjadi momen memperkuat karakter jujur dalam seluruh aspek kehidupan dalam pekerjaan, dalam transaksi, dalam ucapan, bahkan dalam niat.

Jangan sampai kita terlihat saleh di hadapan manusia, tetapi lalai dalam kesendirian.

Kejujuran yang dibangun selama Ramadhan seharusnya tidak berhenti saat bulan suci berakhir.

Ia harus menjadi kebiasaan yang terus hidup, karena masyarakat yang kuat lahir dari pribadi-pribadi yang berintegritas.

Puasa bukan hanya soal menahan lapar, tetapi membentuk karakter yang jujur hingga menjadi salah satu buah terbaik dari ibadah Ramadhan.

(TAUFIQ/*)

Populer

Exit mobile version