Agam

Proyek Jembatan Gantung Patamuan Dilanjutkan PT.KM Siap Tuntaskan Pekerjaan

Tiku, kaba12.com — Musibah putusnya angkur (bukan tali wing-red) proyek jembatan gantung yang tengah dikerjakan PT.Karya Mentawai (KM) di Patamuan, jorong Cacang Tinggi, nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung Mutiara, Senin,(22/7) sore lalu, langsung ditindaklanjuti oleh pihak terkait di Pemkab Agam.

Secara tekhnis, unsur terkait di DPUTR Agam meyakinkan tidak ada persoalan, karena kasus itu terjadi, karena proyek jembatan gantung itu sedang dikerjakan, dan mestinya masih belum diperbolehkan ada aktivitas diatas jembatan gantung itu, apalagi kegiatan pengangkutan dan lalulintas kendaraan, karena sistim pengaturan, peregangan dan keseimbangan bentangan wing masih belum sepenuhnya sempurna.

Kuat dugaan, angkur yang menjadi penyangga dan penyangkut tali wing yang ditanam di dua sisi jembatan gantung, belum sepenuhnya seimbang antara kiri dan kanan, sehingga jika ada aktivitas, terutama kendaraan warga yang sudah mulai melewati jembatan gantung itu sejak beberapa hari terakhir, tidak terbangun keseimbangan beban antara dua sisi jembatan.

Apalagi, saat hari kejadian pekerja jembatan gantung itu, juga membawa molen pengecor kontruksi beton, membuat angkur di bagian sisi Timur yang sebelumnya sudah kewalahan menahan beban, tak kuat menampung beban, sehingga putus sepanjang 20 cm.

Hal itu dijelaskan Ghani Basya, PPTK Proyek Jembatan Gantung DPUTR Agam waktu dikonfirmasi kaba12.com, untuk mengklarifikasi simpangsiur informasi yang berkembang di tengah masyarakat termasuk di media sosial terkait dengan musibah putusnya angkur jembatan gantung yang tengah dikerjakan tersebut.

Dijelaskan Ghani Basya, secara tekhnis, selalu PPTK yang mengontrol kegiatan tersebut, dia yakini, konstruksi jembatan dan tali wing penahan jembatan itu sangat kuat, bahkan jika selesai dikerjakan nantinya, akan bisa menahan beban sampai 80 ton.

Diakuinya, sepekan terakhir, usai pekerja pulang, jembatan itu sudah rutin dilewati, padahal pemasangan perangkat utama di jembatan gantung itu belum sepenuhnya sempurna dikerjakan, “ keseimbangan secara tekhnis belum sepenuhnya aman, jadi saat ada beban, posisi jembatan akan berat sebelah, “ ulasnya.

Diyakinkan Ghani Basya, kegiatan pembangunan jembatan gantung itu, akan selesai sesuai spek dan aturan tekhnis yang ditetapkan DPUTR Agam, “ pihak rekanan menyatakan siap menyelesaikan pekerjaannya, karena batas waktu pengerjaan proyek itu sampai bulan September mendatang, “ tegas Ghani Basya.

Diyakinkan, pasca putusnya angkur penahan tali wing, rekanan langsung melakukan pembenahan di lapangan, bahkan angkur akan dibangun ulang, dan tali wing yang sudah dibentang sudah diurai kembali, agar proses pemasangan konstruksi jembatan gantung itu bisa lebih maksimal.

“ Saya yakinkan, pekerjaan pembuatan jembatan gantung itu sesuai dengan aturan dan spek yang ditetapkan, dan rekanan menyatakan siap membenahi serta menyelesaikan pekerjaannya sampai batas waktu yang ditetapkan, “ tegasnya PPTK Proyek Jembatan Gantung itu.

Secara khusus, sesuai instruksi kepala DPUTR Agam, ditambahkan Ghani Basya, pihaknya akan lebih maksimal memantau ke lapangan, termasuk meminta masyarakat untuk tidak melintasi jembatan gantung itu sampai betul-betul siap dan pekerjaan dinyatakan selesai serta tekhnis pemerintah sudah menerima hasil pekerjaan yang dilakukan oleh pihak ketiga tersebut.

“ Kita yakinkan, jembatan gantung itu akan menjadi urat nadi lalulintas di kawasan itu, pembuatannya harus betul-betul sempurna, dan kita akan kawal khusus sampai pekerjaan betul-betul diterima secara tekhnis dan dinyatakan layak beroperasi, “ tegas Ghani Basya.

Kasus putusnya angkur jembatan gantung yang sedang dikerjakan PT.KM itu, menyita perhatian banyak pihak, bahkan beberapa pihak sudah turun ke lapangan untuk mencek masalah tekhnis, sementara pekerjaan tersebut sudah dilanjutkan pekerja sementara dua jalur jembatan sudah diamankan dan ditutup petugas, agar tidak dilewati kendaraan lagi.

(Ardi)

To Top