Kaba Terkini

Protes Hak Ulayat Dua Nagari Direspon Pemkab Agam

Lubukbasung,kaba12.com — Protes kasus lahan perkebunan yang berada dalam areal HGU nomor 11 tahun 2004 PT. Agro Masang Perkasa (AMP) Plantation – Gorup Wilmar yang diapungkan ninik mamak nagari Tiku V Jorong, kecamatan Tanjung Mutiara dan ninik mamak nagari Bawan, kecamatan Ampek Nagari, berada dalam ulayat milik kedua nagari tersebut direspon khusus Pemkab Agam.

Bahkan, sejak mengapung pemberitaan dari berbagai media online, termasuk di kaba12.com, jajaran terkait di Pemkab Agam sudah membicarakan hal itu, dan setelah surat resmi masuk, sudah dilakukan pembahasan internal untuk menjadi solusi terkait dengan masalah yang mengapung.

Seperti disebutkan Asisten I Sekab Agam Rahman,S,Ip, MM didampingi Kabag.Humas Sekab Agam Tommy TRD menjawab kaba12.com.

Dijelaskan, terkait persoalan yang diberitakan tersebut, pihak Pemkab Agam sudah mendapatkan surat laporan serupa, terutama yang berkaitan dengan tuntutan masyarakat dari dua nagari tersebut.

Secara umum, ulas Rahman, hal itu sudah dipahami pemerintah, dan saat ini, tengah dibahas langkah-langkah yang kemungkinan akan dilakukan untuk menyikapi persoalan tersebut, dan diharapkan dalam waktu dekat sudah ada tahapan yang akan dilakukan untuk menyikapi persoalan tersebut.

“ Kami berharap, ada solusi tepat dalam waktu dekat, sehingga masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik oleh kedua belah pihak, karena selaku mediator, pemerintah justru berharap, semua masalah bisa selesai,sehingga seluruh aktivitas dalam masyarakat bisa berjalan baik, “ ulas Asisten I Sekab Agam itu lagi.

Tuntutan ninik mamak nagari Tiku V Jorong dan nagari Bawan, kecamatan Ampek Nagari yang mencuat beberapa waktu belakangan, termasuk dengan tuntutan uang bungo siriah dan lahan kebun plasma yang mestinya mereka terima dari PT.AMP Plantation, karena telah menggunakan lahan ulayat di HGU nomor 11 tahun 2004 sejak perusahaan perkebunan untuk memanfaatkan lahan mereka untuk usaha perkebunan.-HARMEN

To Top