Kaba Agam

Proses Pemulihan Dikebut, 31 Alat Berat Tetap Beroperasi Ofrizon : BBM Harus Gunakan Dexlite

Lubukbasung,kaba12 — Proses pemulihan dan penanganan darurat seluruh kawasan terdampak bencana di Kabupaten Agam masih terus dikebut pemerintah.

Walau jumlah alat berat yang terus menyusut, karena banyak alat berat bantuan dari berbagai pihak yang berpartisipasi sudah kembali ke pos masing-masing, termasuk dukungan 3 alat berat dari PT.ARKATO UNITEDA, milik perantau Lubukbasung dan berbagai pihak lain, namun operasi penanganan di lapangan masih terus berjalan.

Informasi yang diperoleh kaba12, dari total sebelumnya 47 alat berat yang terjun di berbagai lokasi terdampak bencana yang cukup parah, terutama di kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Malalak, Matur, Palupuah dan IV Sungai, saat ini masih beroperasi 31 alat berat, yang difokuskan untuk pemulihan kondisi ruas jalan, kawasan pemukiman dan normalisasi aliran sungai.

Terkait operasi penanganan lapangan, sumber kaba12,Pemkab.Agam sendiri, disebutkan “cukup letih”dengan kewajiban harus memakai BBM jenis Dexlite untuk seluruh alat berat yang digunakan, karena BBM bersubsidi untuk penanganan bencana tidak diperbolehkan, untuk operasional lapangan membutuhkan dukungan dana yang sangat besar,selain harga BBM yang mahal, juga bentangan area penanganan yang sangat luas.

Kondisi itu, dibenarkan Ofrizon, Kadinas PUTR Agam menjawab kaba12 di Lubukbasung kemarin, menyusul perkembangan penanganan dampak bencanan hidrometeorologi di Kabupaten Agam.

Disebutkan, saat ini 31 alat berat masih terus beroperasi di berbagai lokasi untuk penanganan kawasan terdampak, termasuk normalisasi aliran sungai terdampak di berbagai titik.

Diakuinya Ofrizon, proses penanganan dampak bencana, terutama dalam pemulihan pisik sarana terdampak membutuhkan warga yang cukup panjang, dan saat ini, yang diandalkan untuk penanganan di lapangan hanya alat berat, sementara proses pembersihan material di berbagai sarana terdampak lain masih terus dilakukan.
Terkait dukungan operasional 31 alat berat yang digunakan, diakui Kadinas PUTR Agam itu, pihaknya bersama petugas di lapangan cukup kesulitan, karena penggunaan BBM jenis Dexlite dengan harga relative tinggi, membuat biaya operasional lapangan membengkak tinggi.

“ Namun,kami yakinkan, penanganan lapangan akan terus berjalan sesuai target yang ditetapkan pemerintah, terutama untuk proses transisi pemulihan dan tahapan pemulihan seluruh kawasan terdampak bencana, itu komitmen daerah bersama Bupati Agam, “tegas Ofrizon dengan mimic serius.

(HARMEN)

0Shares
Proses Pemulihan Dikebut, 31 Alat Berat Tetap Beroperasi Ofrizon : BBM Harus Gunakan Dexlite
To Top