Lubukbasung, KABA12 — Bupati Agam H Benni Warlis bersama Wakil Bupati Muhammad Iqbal memastikan akan menurunkan harga pupuk di Kabupaten Agam dalam program 100 hari kerja.
Hal itu disampaikan bupati kepada wartawan usai rapat paripurna DPRD Agam mendengarkan pidato perdana Bupati dan Wakil Bupati Agam periode 2025- 2030 di kantor DPRD Agam ,Senin ,(3/3).
Benni menyoroti masalah yang dihadapi petani di Agam saat ini, yaitu harga pupuk yang semakin mahal dan langka.
“Kami akan menertibkan masalah pupuk mahal dan langka dalam program 100 hari, dan memastikan harga pupuk itu sampai ke petani dengan harga eceran tertinggi (HET),” ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan, Program 100 hari kerja yang fokus pada program padi pokok murah. Dimana pemerintah daerah nantinya akan membuat demonstrasi plot (demplot) di setiap nagari di Agam.
“Setiap nagari diwajibkan mengalokasikan anggaran 20 persen untuk ketahanan pangan. Dengan demikian, nagari bisa memanfaatkan anggaran tersebut untuk program padi pokok,” katanya.
Terkait masalah irigasi yang masih menjadi tantangan, Benni mengungkapkan rencana untuk menginventarisasi sistem irigasi yang ada, baik itu irigasi tersier, sekunder, maupun irigasi cacing. Langkah ini dilakukan karena keterbatasan anggaran daerah sehingga membuat pemerintah tidak bisa berbuat banyak.
Selain itu, pihaknya sudah bertemu dengan Kementerian Pertanian dan memerintahkan untuk menginventarisir semuanya, sebab hal itu akan dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Program Presiden Prabowo adalah ketahanan pangan, jadi anggaran akan fokus ke sana sehingga kita bisa memanfaatkan peluang untuk menumpang dengan pusat. Kami akan memanfaatkan momentum ini dan berharap irigasi di Agam akan diambil alih dan dibangun oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Melalui langkah-langkah konkret ini, program 100 hari diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi petani dan masyarakat Agam secara umum, dengan menurunkan biaya produksi dan meningkatkan ketersediaan pangan.
(Bryan)