Sungaipua,kaba12 — Prihatin dengan dampak kebencanaan yang terjadi pasca hujan lebat yang mendera berbagai wilayah di kabupaten Agam Aderia,ST, ketua Komisi I DPRD Agam tinjau beberapa lokasi terdampak bencana Rabu, (3/1).
Didampingi Satgas TRC BPBD Agam bersama Walinagari Sungaipua, Aderia meninjau lokasi tanah terban yang menutup sumber air di Balai Tampuruang, Surau Batu 5 Suku Nagari Sungaipua yang dilanjutkan dengan gotongroyong bersama di Kampuang 5 Patalangan Jorong Kapalo Koto, kecamatan Sungaipua.

Peninjauan lokasi terdampak bencana itu disebutkan memicu keprihatinan anggota DPRD Agam dari fraksi Demokrat tersebut, dan memberi apresiasi tim BPBD Agam bersama unsur terkait lain di Pemkab.Agam yang bergerak cepat membantu warga dalam mengatasi dampak kebencanaan.
Peninjauan lapangan oleh Aderia, Anggota DPRD Agam itu dibenarkan Bambang Warsito, kepala BPBD Agam yang menyebutkan, dampak curah hujan lebat di kabupaten Agam memicu dampak di mayoritas wilayah kabupaten Agam.

Selain longsor dan tanah terban, ulas Bambang Warsito dampak banjir akibat meluapnya beberapa aliran sungai besar memicu banjir di berbagai kecamatan, baik Sungai Buluah, Banuhampu, Kampuang Melayu, Lubukbasung,Gantiang, Nagari Sitanang, Kecamatan Ampek Nagari dan Salareh Aia, Palembayan.

Disebutkan, penanganan secara bertahap sesuai skala dampak sudah dilakukan unsur gabungan penanganan bencana, baik BPBD Agam, Damkar Agam, KSB bersama pemerintah nagari dan kecamatan yang membantu penanganan prioritas warga terdampak.
Disisi lain, untuk penanganan dampak longsor dan tanah terban, di beberapa lokasi sudah diturunkan alat berat untuk pembersihan material longsor yang menimbun badan jalan, termasuk penanganan tanah terbam yang menyebabkan terganggunya sarana lain, tengah dievaluasi tim terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut.

Diakui Bambang Warsito, sepanjang Selasa kemarin, tercatat 7 kecamatan terdampak bencana akibat curah hujan tinggi sejak siang, yang secara serentak ditangani bersama personil BPBD Agam bersama unsur terkait yang tergabung dalam tim penanganan kebencanaan di kabupaten Agam.
(HARMEN)