Kaba Pemko Bukittinggi

PPDB Usai, 1629 Siswa Diterima di SMP Negeri

Bukittinggi, KABA12.com — Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di kota Bukittinggi telah selesai dilaksanakan. Beberapa catatan pun menjadi poin penting yang akan dievaluasi oleh Disdikbud
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Melfi Abra, menyampaikan, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP untuk tahun ajaran 2019/2020 tidak ditemui kendala yang berarti. Tahapannya berjalan dengan aman dan lancar, seluruh siswa tamatan Sekolah Dasar (SD) dapat ditampung pada 8 SMP negeri yang ada.

“Aturan PPDB sekarang mengacu pada Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 51 tahun 2018, yang dijabarkan oleh masing-masing kabupaten dan kota,” jelas Melfi Abra, Jum’at (05/07).

Seperti halnya di Bukittinggi, sambung Melfi Abra, menggunakan tiga tahapan, yang pertama berdasarkan prestasi siswa dan perpindahan orang tua, kedua mengacu pada zonasi atau alamat tempat tinggal, serta tahapan ketiga anak bersangkutan sekolah di kota Bukittinggi namun beralamat tempat tinggal di luar kota.

“Untuk tahapan pertama yang dilaksanakan pada 13 Juni 2019 lalu berdasarkan prestasi siswa dan perpindahan orang tua, diterima 52 orang siswa tamatan SD. Sementara tahap zonasi atau alamat tempat tinggal orang tua di Bukittinggi yang dilaksanakan pada 17 dan 18 Juni 2019, tertampung seluruh siswa yang mendapaftar yakni sebanyak 1.396 orang,” ungkapnya.

Sedangkan, pada 1 dan 2 Juli 2019 lalu tambah Melfi Abra, sebanyak 181 siswa lainnya yang mendaftar dan terdata bersekolah di Kota Bukittinggi, namun beralamat tempat tinggal diluar kota, juga telah diterima sesuai dengan persyaratan yang telah dipenuhi.

Melfi Abra mengatakan, jumlah tamatan SD di Kota Bukittinggi tercatat 2.825 siswa dan yang telah mendaftar pada delapan SMP sebanyak 1.629 siswa, sedangkan sisanya 1.196 siswa tidak ada mendaftar ulang, besar kemungkinan sudah mendaftar pada Madrasah Tsanawiyah, SMP swasta, serta ada juga yang melanjutkan pendidikan di pesantren.

“Dari evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini, seluruh siswa tamatan SD dapat tertampung, dan sedikit permasalahan yang timbul yakni masih ada diantara orang tua siswa yang menginginkan anaknya melanjutkan pendidikan di sekolah yang dulunya dinilai sebagai sekolah favorit. Namun dengan sistem penerimaan siswa seperti sekarang ini hal itu tidak berlaku lagi, karena setiap sekolah sudah memiliki kualitas tenaga pendidik yang merata, begitu juga dengan sarana dan prasarana pendukungnya,” jelas Melfi.

Setelah selesai pembagian siswa, terdapat tiga SMP yakni SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 7 kekurangan siswa atau tidak penuh rombongan belajar (Rombel) yang tersedia. Hal itu tidak terlepas dari masih adanya orang tua yang memaksakan untuk memilih sekolah tertentu.

“Lain halnya dengan SMP Negeri 5 yang pada tahun ini malah kelebihan murid yang mendaftar dimana perbedaan itu cukup mencolok dibandingkan PPDB di tahun-tahun sebelumnya. Malahan sekolah bersangkutan kekurangan murid, sehingga ini menjadi fenomena baru yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Besar kemungkinan hal itu karena sekolah bersangkutan sedang dalam proses pembangunan, yang nantinya dipastikan menjadi SMP dengan fasilitas yang cukup baik, sehingga muncul keinginan orang tua menyekolahkan anak mereka di SMP Negeri 5 ini.

Namun tentu kelebihan siswa ini menjadi permasalahan tersendiri, sehingga untuk mengantisipasi kelebihan murid itu sebut Melfi Abra, diambil kebijakan untuk memindahkan diantaranya ke SMP yang kekurangan murid.
(Ophik)

To Top