Kaba Terkini
PLN UPK Bukittinggi-YHLI Tebar Bibit Ikan Garing di Nagari Koto Gadang
Koto Gadang, kaba12.com — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Bukittinggi bekerjasama dengan Yayasan Hutan Lestari Indonesia (YHLI) melakukan kegiatan penebaran ribuan bibit ikan garing di aliran sungai Batang Umpang, Jorong Baruah, Nagari Koto Gadang Anam Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jum’at (13/8).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program PT PLN UPK Bukittinggi dalam melestarikan dan menjaga lingkungan di sekitaran Danau Maninjau.
Pejabat Lingkungan PT PLN UPK Bukittinggi, Budi mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Yayasan Hutan Lestari Indonesia menebar sebanyak 2.000 bibit ikan garing di sungai Batang Umpang, Nagari Koto Gadang Anam Koto. Ia menyebut, kegiatan penebaran bibit ikan garing adalah sebuah upaya dalam mengatasi ikan-ikan yang terancam punah.
“Ini adalah upaya kita dari PLN untuk melestarikan dan menjaga lingkungan di sekitar wilayah pembangkit PLTA Maninjau, terutama dengan menebar bibit ikan garing di aliran sungai yang bermuara ke Danau Maninjau,” ujar Budi kepada KABA12.com, Jum’at.
Budi menyebutkan, program penebaran bibit ikan garing tersebut merupakan yang kedua kalinya telah dilaksanakan di wilayah Salingka Danau Maninjau.
Oktober 2020 lalu, PLN bersama YHLI menebar ribuan bibit ikan garing di aliran sungai Jorong Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak.
“Mudah-mudahan masyarakat sekitar bisa menjaga bibit ikan tersebut dengan baik, dan dapat mendukung kelestarian biota Danau Maninjau yang mulai langka. Jika sudah panen nanti, kami akan kembali melakukan restocking atau penebaran bibit secara berulang,” ungkapnya.
Selain melakukan penebaran bibit ikan, PLN UPK Bukittinggi juga melaksanakan program kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat disekitaran Danau Maninjau, seperti pembuatan perikanan darat dengan sistem bioflok atau membuat kolam ikan lele di darat.
“Tujuannya adalah untuk mendukung program pemerintah pusat dalam menyelamatkan Danau Maninjau dari ketercemaran. Dimana dukungan itu dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk mengalihkan usaha budidaya ikan KJA Danau Maninjau ke sektor perikanan darat dengan sistem bioflok,” katanya.
Ia menambahkan, melalui percontohan perikanan darat dengan sistem bioflok itu diharapkan masyarakat dapat menirunya, agar program penyelamatan danau bisa teratasi, dan perekonomian sekitar bisa lebih meningkat.
Sementara itu, Ketua YHLI Ardedi Tanjung menyebutkan, kegiatan penebaran bibit ikan garing tersebut adalah dalam rangka melestarikan ikan di Danau Maninjau yang terancam punah. Dimana PT PLN telah peduli dengan kelangkaan itu dengan cara menebar ribuan bibit ikan.
Ardedi menjelaskan, bibit ikan garing tersebut didapat dari hasil penangkaran milik PT PLN UPK Bukittinggi bekerjasama dengan LIPI yang berada di kawasan sektor pembangkit PLTA Maninjau di Lubuak Sao, Nagari Persiapan Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Penangkaran bibit ikan garing itu dikhususkan untuk dibagikan ke nagari-nagari yang ada di Salingka Danau Maninjau melalui program dari PT PLN UPK Bukittinggi.
“Ke depan, secara bertahap kita akan lakukan penebaran bibit ikan di nagari-nagari yang ada di kawasan Salingka Danau Maninjau yang memiliki potensi untuk kelestarian ikan garing ini. Yang penting sumber airnya mendukung dan lingkungannya terjaga untuk kehidupan biota Danau Maninjau itu,” imbuhnya.
Walinagari Koto Gadang Anam Koto, Amrizal didampingi tokoh masyarakat setempat, Angku Dt Bandaro Rajo mengucapkan terimakasih kepada PLN dan YHLI atas program penebaran bibit ikan yang telah dilakukan. Ia berharap, agar bibit ikan garing itu bisa ditambah dengan jumlah yang banyak, dan ditebar di tiga aliran sungai yang ada di Nagari Koto Gadang Anam Koto.
“Kami berharap agar pihak PLN dapat menambah stok ikan lebih banyak lagi, dan ditebar di tiga aliran sungai yang ada. Sebab ini harus dilakukan demi keberlangsungan dan kelestarian ikan garing kedepannya,” ujarnya.
Turut hadir dalam kesempatan itu pihak PT PLN UPK Bukittinggi, YHLI, pemerintah nagari setempat, wali jorong, Bamus, KAN, mahasiswa Kukerta UNRI, tokoh masyarakat, dan tamu lainnya.
(Bryan)