Kaba Terkini

‘Plastic Reborn’, Daur Ulang Sampah Jadi Tas

Jakarta, kaba12.com — Serupa peragaan busana di pekan mode, beberapa orang model berjalan memamerkan sebuah tas tenteng. Mereka membawa tas berbentuk kotak persegi panjang itu dengan santai. Dari bentuknya yang modis dan trendi, tak ada yang menyangka tas itu terbuat dari sampah kemasan botol plastik.

Ketika resleting dibuka, tas hasil daur ulang ini memiliki banyak kantong yang dapat digunakan untuk menyimpan berbagai barang. Mulai dari buku catatan, handphone, kabel, headset, hingga kaca mata dapat diangkut dengan rapi di tas itu.

Tas yang berukuran sekitar 30 cm x 20 cm x 5 cm itu dibalut dengan kain kulit berwarna cokelat. Di bagian depan terdapat siluet botol minum berwarna merah, mirip dengan logo tas ternama keluaran Marc Jacobs. Gambar botol minuman itu merupakan penanda bahwa tas ini adalah produk hasil daur ulang kemasan botol plastik.

Sampah botol plastik diolah menjadi kerangka tas. Kerangka inilah yang dilapisi kain kulit cokelat dan membuat tas menjadi kokoh dan kaku.

Tas yang diperagakan tersebut merupakan hasil dari program ‘Plastic Reborn’ yang diusung Coca Cola Foundation bekerja sama dengan Ancora Foundation, Greneration dan Waste4Change.

Project Manager dari Ancora Foundation, Ratri Wuryandari menjelaskan kerangka tas dibuat dengan proses yang cukup singkat. Proses ini dimulai dengan mengumpulkan sampah plastik berjenis PET, jenis ini banyak digunakan untuk kemasan minuman.

“Kalau mengolahnya cukup singkat, yang lama itu mengumpulkan plastiknya. Kami sudah sebar tempat pengumpulan botol plastik di 100 lokasi sekolah dan beberapa tempat percobaan di Jabodetabek,” kata Ratri saat meluncurkan program Plastic Reborn di Jakarta, Selasa (27/2).

Sampah yang sudah dikumpulkan lalu dibersihkan dan diolah menjadi serpihan atau cacahan. Cacahan itu lalu dirobek dengan menggunakan mesin shredding.

Hasil dari pengolahan mesin shredding kemudian dibuat menjadi plastik pallet yang berbentuk bulat. Proses ini dikenal dengan nama palletisation. Setelah palletisation, plastik kemudian dicetak dengan mesin pencetak untuk menjadi kerangka tas.

Ratri menyebut tas ini nantinya bakal diproduksi dan dijual secara massal. Saat ini, mereka tengah melakukan finalisasi harga.

“Sekitar dua bulan lagi kemungkinan sudah ada di e-commerce,” ucap Ratri.

Proyek ini menargetkan dapat mengunpulkan 5 juta ton plastik botol minum dan diolah menjadi lima ribu barang multiguna. Nantinya, produk daur ulang tidak hanya diolah menjadi tas tapi juga bakal dikembangkan menjadi barang-barang lain.

Sumber : CNNIndonesia.com

(dany)

To Top