Kaba Agam

Pilu Menggayut Hari-Hari Anak Panti Putri, Indah Tak Berdaya Didera LUPUS

Batukambing,kaba12 — Letih tak berdaya sambil meringis menahan sakit menjadi bagian dari hari-hari Indah Alwida, (19), warga Sitanang Kaciak, Jorong Pasar, Nagari Batu Kambiang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam.

Indah hanya bisa tidur telentang tak berdaya di kasur menatap langit-langit rumahnya yang sangat sederhana ditemani sang ibu Rosna Dewita, sambil kerap mengiris menahan sakit, tak bisa bersuara karena bibirnya terlihat melepuh dengan wajah membengkak.

Yang memilukan, kondisi Indah Alwida yang terus menurun dalam beberapa bulan terakhir, bahkan bagian perutnya membesar, wajah membengkak, bangkah Indah tak lagi bisa berbicara karena mulut dan bibirnya terlihat seperti melepuh, pecah-pecah.

Indah hanya bisa mendengarkan setiap apa yang kita bicarakan. Hanya bisa sesekali menganggukkan kepala, paham akan apa yang disampaikan, termasuk hanya bisa senyum. Bahkan yang membuat tertegun, sesekali terlihat air matanya menetas di sela pipi.

Itu gambaran kondisi Indah Alwida, warga Sitanang Kaciak, Jorong Pasar, Nagari Batu Kambiang, Kecamatan Ampek Nagari, yang didera penyakit LUPUS, salah satu penyakit langka yang memicu penurunan imun ( daya tahan tubuh), sehingga rentan terserang berbagai penyakit.

Indah Alwida yang didatangi kaba12 bersama tim khusus Pemkab.Agam, setelah mendapat laporan kondisi terkini warga panti asuhan Putri Aisyiah Lubukbasung, yang merupakan siswi SMK Bougenville dan karena sakit pindah ke SMA Muhammadiyah Lubukbasung.

Bersama Bismar, Kabid.Kesos Dinas Sosial Agam, Peri Dunda, Kasi Kedaruratan Dinsos Agam, tim BPBD Agam dan Tomi Hendra Manungkek yang diutus khusus Bupati Agam untuk meninjau kediaman Indah Alwida, dan menyerahkan berbagai bantuan pangan berupa sembako, peralatan rumah dan susu khusus yang sengaja disediakan camat Ampek Nagari Rizona Guiza, Eki Marlinda Kabid.Damkar dan kaba12, yang menjadi asupan rutin Indah karena tak bisa makan nasi, karena selalu muntah.

Kondisi Indah Alwida, disebutkan Rosna Dewita, menurun drastis sejak 3 hari menjelang hari raya Idul Fitri lalu, setelah sebelumnya mendapat perawatan di berbagai tempat, baik di puskesmas Batu Kambiang, dirujuk ke RSUD Lubukbasung dan RSUP M.Djamil, sejak penyakit LUPUS yang dialaminya sejak tahun 2022 lalu.

Indah Alwida, akhirnya dirawat di rumahnya yang sangat sederhana dengan kondisi kesehatan yang terus menurun, perut yang membesar, wajah membengkak, dan mulut pecah-pecah. Walau demikia, Indah terlihat berupaya selalu senyum saat rekan , kerabat dan keluarganya menyapa.“ Indah sudah tak kuat bicara, komunikasi dan informasi dengan pihak panti asuhan dan rekan-rekannya, hanya via media sosial whatshapp atau sms yang harus diantar ke luar rumah berjarak 100 meter karena tak ada jariangan selular, “ujar sang Ibu.

(HARMEN)

0Shares
To Top