Kaba Terkini

“ Pilkada Yang Mulai Mengudara “

catatan : Harmen

Walau belum begitu terasa. Namun serenada bernama pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang secara nasional digelar 23 September tahun ini,mulai memperlihatkan denyut. Sudah mulai mengudara, ungkap beberapa kawan yang mengamati dinamika opini yang berkembang kepada penulis.

Apalagi, jelang penetapan bakal calon bupati-wakil bupati kabupaten Agam (khususnya) denyut penggalangan dan lobi-lobi semakin menghangat.
Sebetulnya masih simpang siur, karena peta politik perubahannya justru sangat dratis, bahkan bisa dalam hitungan menit dan detik. Namun, kini, banyak yang berkira-kira, bahkan jadi santapan “ota kadai politik”, sudah ada sandingan pasangan bahkan kemungkinan koalisi partai yang akan terjadi dalam kontestasi pilkada Agam mendatang.

Walau hanya bisa memprediksi nan menebak-nebak, namun nuansa pilkada di kabupaten Agam diyakini dan mudah-mudahan akan berjalan sejuk dan lancar, karena dari beberapa pasangan yang diapungkan banyak kalangan, justru merupakan tokoh-tokoh terkemuka, yang pernah ikut bersaing dalam kancah pemilihan serupa periode sebelumnya.

Sebut saja, ini dugaan-dugaan yang bisa saja terjadi dalam kontestasi politik dalam Pilkada Agam mendatang, ada kemungkinan pasangan Andriwarman AWR yang sejak awal ngotot berpasangan dengan Iwan Fikri akan berlanjut sampai pada pertarungan perebutan suara para pemilih di kabupaten Agam, itupun, jika koalisi PAN-Demokrat bisa terealisasi, atau setidaknya ada tambahan 2 partai lain yang akan menyokong posisi pasangan tersebut.

Atau PAN memutuskan nama Taslim, sebagai kandidat balon bupati, tentu tertutup kemungkinan peluang Andri Warman untuk maju bersama Irwan Fikri. Karena dari awal, dua nama ini, secara konsisten sudah menyatakan akan maju berpasangan.

Kemudian yang santer terdengar nama pasangan Feri Adrianto-Trinda Farhan Satria jika isu koalisi demokrai-PKS terjalin, dan nama Feri Adrianto diusung oleh partai democrat dan Trinda Farhan Satria diusung PKS. Isu lain, nama Feri Adrianto-Nesi Harmita, koalisi partai demokrat-Gerindra atau kemungkinan nama lain yang diusung Gerindra, jika terbangun koalisi dua partai besar pemenang pemilu di kabupaten Agam tersebut.

Isu lain, nama yang kini cukup hangat, kembali munculnya nama Martiaswanto Dt.Maruhun karena setelah sebelumnya santer terdengar, kemudian hilang, yang disebut-sebut akan berpasangan dengan Yandril dari PKS, jika peluang koalisi dua partai itu sukses dijajaki.

Sementara nama H.Hariadi beberapa hari terakhir, kembali hangat disebut-sebut, bahkan cukup melejit dari “ota kadai politik” yang kemungkinan akan berpasangan denganNovi Hendri Dt. Simarajo, ketua DPC Partai Berkarya, yang juga ketua KAN Lubukbasung, serta beberapa nama lain yang ratingnya dalam topic bahasan masih naik turun, diantaranya nama Taslim,

Dan jika hitung-hitungan “lapau” ini terlaksana, potensi 5 bakal calon bupati-wakil bupati Agam akan terealisasi, dengan prediksi 3 pasangan diusung dari partai politik dan 2 pasangan bakal calon perseorangan yang disebut-sebut sudah mendaftarkan diri untuk diverifikasi, masing-masing pasangan Mishar-S yamsul Bahri dan Suhatril-Muhammad Tonic.

Tapi, semua adalah perjalanan waktu, tebakan, peluang, asumsi, prediksi bahkan analisa masih akan terus bergelantungan dalam isu-isu yang masih terus menebar. Karena pastinya, semua peluang masih sangat terbuka lebar, karena waktu masih sangat panjang.

Dan setidaknya, kondisi kekinian yang ada di kabupaten Agam saat ini, menjadi penggambaran, bahwa rang Agam memang sangat luar biasa dalam menampilkan tokoh-tokoh politik.

Sama halnya dalam kontestasi pilkada gubernur-wakil gubernur Sumbar, saat ini setidaknya 4 tokoh Agam muncul bahkan bersaing ketat fenomena dunia maya untuk mendayu-dayu dukungan, diantaranya H.Fachrizal, mantan Kapolda Sumbar, Indra Catri, Bupati Agam, Mahyeldi Walikota Padang dan Mulyadi anggota DPR RI. Tapi semua, masih dalam catatan dan masih dalam pampangan di baliho, spanduk atau kelender, semua masih memburu waktu untuk bisa betul-betul ikut bersaing dalam kontestasi politik.

(***)

To Top