Kaba DPRD Bukittinggi

Persada Tolak Keberadaan Daging Impor

Bukittinggi, KABA12.com — Sejumlah perwakilan pedagang daging yang termasuk dalam persatuan pasar daging (persada) menyampaikan aspirasi ke kantor DPRD Bukittinggi, Kamis (11/01). Para pedagang secara garis besar menolak kehadiran distribusi daging impor di Bukittinggi.

Perwakilan persada, DT. Pangulu Basa mengungkapkan keberadaan daging impor di Bukittinggi sudah meresahkan pedagang daging serta keluarga. Selain harga jual yang cukup rendah, pendistribusian daging impor ke masyarakat merusak perekonomian seluruh pedagang daging.

“Untuk Bukittiggi ada 300 pedagang daging serta keluarganya. Belum lagi tukang potongnya. Setiap satu ekor kerbau itu banyak orang yang punya bagian kerjanya sendiri. Sekarang ada daging impor yang beredar di tengah masyarakat. Bagaimana nasib tukang potong kita dan sekuruh aspek yang masuk dalam aktivitas perdagangan daging di Bukittinggi nantinya,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, H. Trismon mengungkapkan permasalahan ini memang telah disampaikan beberapa hari lalu. Untuk itu, DPRD sebagai wakil masyarakat memfasilitasi pertemuan antara pemko dan pedagang daging. Karena masalah ini harus disikapi dengan bijak.

“Kami di DPRD tidak ingin membuat masyarakat khususnya pedagang daging resah. Untuk itu, hari ini diadakan pertemuan. Ini harus dipikirkan bersama untuk diantisipasi agar kenyamanan tercipta. Kita harus carikan solusi terbaik,” jelasnya.

Sementara, Assisten 1 setdako Bukittinggi, Noverdi menyampaikan, pemko akan kaji ulang keberadaan daging impor ini. Aturan yang menjadi landasan permasalahan ini pun akan dipastikan, agar tidak terjadi tumpang tindih.

“Kita akan telaah dulu kenapa permasalahan ini bisa mengapung. Hal ini bisa menjadi titik awal untuk mencari solusi. Seluruh SOPD terkait akan dikumpulkan untuk membahas persoalan ini,” jelasnya singkat.

(Ophik)

To Top