Kaba Edukasi

Peran Orang Tua Tentukan Keberhasilan Pendidikan Anak

Ilustrasi

Peran orangtua dalam hal mendidik dan mengasuh dipastikan berubah sesuai tumbuh kembang anak-anaknya.

Namun, satu hal yang tidak berubah adalah konsistensi orangtua. Orangtua akan selalu menjadi model pembelajaran bagi anak-anaknya.

Menurut pakar psikologi perkembangan dari Tuft University Boston, Dalton Miller Jones, ada beberapa hal yang harus konsistensi orangtua jalankan dalam hal mengasuh dan mendidik anak-anaknya:

Teladan untuk belajar

Saat usia dini, orangtua adalah guru pertama anak-anak dalam hal menjelajahi alam, membaca bersama, memasak bersama, dan menghitung bersama. Ketika si anak mulai sekolah, tugas orangtua adalah menunjukkan, bagaimana sekolah dapat memperluas pembelajaran yang diberikan di rumah, dan betapa menarik dan bermakna pembelajaran itu.

Saat anak-anak tumbuh menjadi anak-anak usia sekolah, orangtua menjadi pelatih pembelajaran melalui bimbingan dan pengingat.

Orangtua juga membantu anak-anak mengatur waktu dan mendukung keinginan untuk belajar hal-hal baru di dalam dan di luar sekolah.

Perhatikan hal kesukaan anak

Salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan orangtua adalah memerhatikan anaknya. Apakah dia seorang pembicara atau apakah dia pemalu? “Cari tahu apa yang menarik baginya dan bantu dia menjelajahinya. Biarkan anak menunjukkan cara yang ia sukai untuk belajar.

Sesuaikan cara belajar anak

Beberapa anak belajar secara visual melalui pembuatan dan melihat gambar, yang lain melalui pengalaman sentuhan, seperti membangun menara blok dan bekerja dengan tanah liat. Yang lain lagi adalah pembelajar pendengaran yang paling memperhatikan apa yang mereka dengar. Mereka mungkin tidak belajar dengan cara yang sama seperti kakak atau adik mereka lakukan. Dengan memperhatikan bagaimana anak belajar, orangtua mungkin dapat mengalihkan minatnya dan menjelaskan topik-topik sulit dengan menggambar bersama, membuat bagan, membuat model, atau bahkan menyanyikan lagu.

Latih apa yang anak pelajari di sekolah

Banyak guru mendorong orangtua untuk mempelajari apa yang dipelajari anak-anak di sekolah dengan cara yang tidak terlalu menekan dan untuk mempraktekkan apa yang mungkin mereka perlu tambahan bantuan di rumah.

Sisihkan waktu membaca bersama

Bacalah di depan anak-anak, bahkan untuk anak-anak yang lebih tua. Jika anak malas dalam membaca, maka membacakan cerita akan memaparkannya pada struktur dan kosa kata sastra yang baik akan membuatnya tertarik untuk membaca lebih banyak.

Hubungkan yang anak pelajari dalam kehidupan sehari-hari

Jadikan belajar sebagai bagian dari pengalaman sehari-hari anak, terutama ketika keluar pertanyaan dari si anak. Contohnya, ketika mengendarai mobil, cobalah mengajak anak menghitung pelat nomor dan berbicara tentang suatu daerah yang dilewati.

Terlalu menjadwalkan anak

Jangan terlalu mendorong anak-anak mengisi waktu dengan melakukan banyak kegiatan ekstra kurikuler atas banyak les tambahan. Pantau anak untuk melihat bahwa ia benar-benar menikmati apa yang dilakukannya. Jika tidak, jangan paksakan anak mengikuti tambahan eskul atau les.

(Sumber: kompas.com)

0Shares
To Top