Kaba Terkini

Peran KIM di Agam Dalam Pengawasan Obat & Makanan Dioptimalkan

Lubukbasung, KABA12.com — Keberadaaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat yang secara mandiri dan kreatif mengelola informasi diharapkan menjadi sarana komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat serta pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran atas informasi sebagai suatu sumber pengetahuan dan juga sekaligus meningkatkan kemampuan mengakses dan penyebarluasan informasi.

Apalagi, dengan adanya berita-berita tidak benar (Hoax) dan kondisi sebagian masyarakat yang juga masih belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menelaah muatan informasi dengan baik, memang sangat dibutuhkan peran KIM secara optimal.

Terutama terkait dengan maraknya peredaran makanan dan obat-obatan ilegal baik secara online maupun offline saat ini, maka keberadaan KIM sangat diperlukan.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), menggelar pelatihan bagi 17 KIM yang tersebar diseluruh daerah itu.

“Disamping menambah kapasitas dan kualitas SDM Kelompok Informasi Masyarakat di Kabupaten Agam, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan diseminasi informasi tentang pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan obat dan makanan ilegal yang beredar baik secara online maupun yang tidak. Kemudian, memberikan pengetahuan peran kelompok masyarakat dalam keterbukaan informasi publik menurut undang-undang nomor 14 tahun 2018,” ujar Kepala Dinas Kominfo Agam, Fauzan Helmy Hutasuhut.

Staf Ahli Bupati Agam, Erniwati saat membuka pelatihan tersebut menyampaikan, dalam rangka mewujudkan Kabupaten Agam yang inovatif sangat membutuhkan keterlibatan dan dukungan seluruh stakeholder tak terkecuali dari Kelompok Informasi Masyarakat. Terutama dalam hal keterbukaan informasi dan pengawasan obat dan makanan.

“Para anggota KIM diminta ikut berperan lebih aktif dalam menyebarkan informasi yang ada diseputaran wilayahnya, baik nagari, kecamatan maupun daerah Kabupaten Agam secara umum, termasuk menyangkut kebencanaan, program-program daerah lainnya seperti bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, smart nagari dan sebagainya termasuk berperan aktif dalam pengawasan obat dan makanan yang beredar di tengah masyarakat. Kelompok informasi masyarakat dapat melakukan pengelolaan informasi dan memanfaatkan teknologi informasi seperti website, blog, aplikasi media sosial seperti facebook, instagram, tweeter, serta aplikasi messenger seperti whatsapp, line, bbm dan lainnya,” jelas Erniwati.

Dalam pelatihan tersebut, Dinas Kominfo menghadirkan narasumber handal sesuai Kelompok Informasi Masyarakat.

Diantaranya, Ketua Komisi Informasi Sumbar Adrian Tuswandi, kemudian Drs. Lega Fatman, A.Apt dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan Sumatera Barat.
(Jaswit)

To Top