Lubukbasung,kaba12 — Bupati Agam H.Beni Warlis nyatakan bahkan proses pencarian korban terdampak bencana hidrometeorologi 2025 di Kabupaten Agam secara resmi dihentikan Senin, (22/12).
Penghentian proses pencarian itu, setelah pihaknya mendapat masukan dari berbagai pihak terkait dengan kondisi lapangan, cukup lama masa tenggang sejak kejadian yang menyebabkan korban dinyatakan hilang dan sesuai dengan hasil persetujuan seluruh ahli waris dan keluarga korban terdampak bencana, baik di Kecamatan Palembayan, Kecamatan Malalak, Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Lubukbasung.

Pernyataan penghentian pencarian secara resmi terhadap korban hilang itu ditegaskan Bupati Agam H.Beni Warlis, usai memimpin rapat evaluasi masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Agam, Senin, (22/12) di posko utama tanggap bencana, Padang Baru, Lubukbasung.
Ditegaskan, Bupati Agam, khusus untuk proses pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang, secara resmi dihentikan, dengan berbagai pertimbangan dan setelah mendapat persetujuan resmi tertulis dari para ahli waris dan keluarga korban terdampak bencana di 4 kecamatan yang ada data korban hilang.

Dari penyesuaian data terkini, tercatat sebanyak 38 orang korban yang dinyatakan hilang masing-masing di Kecamatan Palembayan sebanyak 32 orang, Kecamatan Malalak 3 orang, di Kecamatan Tanjung Raya 2 orang dan di Kecmataan Lubukbasung 1 orang.
Informasi yang diperoleh kaba12, dihentikannya proses pencarian secara resmi oleh pemerintah tersebut, membuat seluruh unsur yang tergabung dalam tim SAR Gabungan, sudah bersiap untuk meninggal lokasi terdampak bencana , yang sejak tanggal 23 November lalu, menjadi lokasi pengabdian mereka, terutama di Kecamatan Tanjung Raya, kecamatan Malalak dan Kecamatan Palembayan.
(HARMEN)