Hampir sebagian pelajar tidak menyukai atau menganggap matematika sebagai salah satu pelajaran yang “menakutkan”.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor tentunya, mulai dari bentuk matematika yang hanya berupa angka-angka, simbol, garis, yang membuat pelajar tidak paham. Mereka menganggap matematika hanya membuat pusing tanpa berusaha untuk memecahkan masalahnya karena pelajar tidak terbiasa atau tidak terlatih untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah.
Sebagian pelajar juga tidak mengetahui tujuan belajar dalam matematika, sehingga mereka tidak bisa belajar dengan baik.
Untuk sebagian siswa, matematika sering diasumsikan dengan berbagai hal yang berkonotasi negatif, dari mulai matematika sebagai ilmu yang sangat sukar, ilmu hafalan tentang rumus, berhubungan dengan kecepatan hitung, sampai pada ilmu yang membosankan dan kaku.
Dilansir dari jitunews.com, Adib Setiawan, M.Psi, psikolog, mengatakan ada beberapa penyebab seorang anak takut terhadap pelajaran eksak, yang salah satunya matematika, antara lain:
1. Kurangnya kesadaran orangtua dalam melatih anak akan berdampak anak menjadi kesulitan dalam menghadapi pelajaran matematika, karena anak tidak berlatih berhitung sejak dini.
2. Faktor guru yaitu guru yang galak di saat tengah mengajar secara tidak langsung akan mengakibatkan anak tidak suka dengan gurunya. Bisa saja anak menjadi tidak suka pada pelajaran yang diajarkan tersebut.
3. Gaya mengajar guru. Pembelajaran yang cenderung monoton tanpa ada keterlibatan benda konkret ataupun interaksi siswa dalam aplikasi kehidupan sehari-hari membuat anak mengalami kesulitan dalam menyerap pelajaran tersebut.
4. Kurangnya remedial atau pengulangan pelajaran matematika pada siswa yang mengalami kesulitan. Contohnya, pelajaran matematika biasanya merupakan pembelajaran prasyarat yaitu untuk menguasai perkalian maka terlebih dulu menguasai penjumlahan. Jika pada awalnya anak mengalami kesulitan penjumlahan dan tidak dilakukan remedial maka tidak menutup kemungkinan ia akan semakin tertinggal sehingga ujungnya akan terus mengalami kesulitan pelajaran matematika.
(sumber: jitunews.com/kompasiana.com)