Kaba Bukittinggi

Penumpang Kapal Naas ke Angso Duo Sempat Minta Kembali ke Bibir Pantai

Bukittinggi, KABA12.com — Kejadian naas di Pulau Angso Duo, meninggalkan duka mendalam, apalagi bagi keluarga korban Almarhumah Masyrida.

Rumah duka di kawasan Pertanian Bukittinggi, dikunjungi banyak kerabat dan handai taulan dari keluarga besar Masyrida.

Memang cukup banyak timbul pertanyaan, terkait kejadian ini. Selain sudah takdir dari Yang Maha Kuasa, namun, tentu ada beberapa hal yang bisa diambil menjadi pengalaman berharga bagi masyarakat, khususnya yang ingin berkunjung atau liburan dengan menyeberangi perairan.

Asmiwati, salah satu korban selamat dari kejadian itu, menceritakan, tidak ada firasat aneh sebelum kejadian itu. Namun, sejak awal naik kapal, beberapa penumpang mulai melihat sedikit genangan air di dalamnya. Selain itu, kapal naas itu, dirasa cukup padat penumpang, hingga mencapai 24 orang.

“Saat mulai berjalan beberapa menit, beberapa penumpang memang meminta kembali ke bibir pantai, karena meilhat ada air di dalam kapal, ditambah lagi dengan ombak yang dinilai berbeda dari biasanya. Namun menurut ABK nya, tidak masalah dan perjalanan pun dilanjutkan sambil mencoba mengeluarkan air dari kapal itu dengan ember,” jelasnya didampingi korban selamat lainnya, Rolly Ferdian Pratama.

Namun, saat di tengah perjalanan, lanjut Asmiwati yang juga guru di SMPN 1 Palupuah itu, air yang masuk ke dalam kapal semakin banyak. Para penumpang pun langsung berinisiatif untuk memakai pelampung yang banyak diantaranya sudah tidak layak pakai.

“Namun sesaat setelah itu, kapal miring dan kami penumpang jatuh ke dalam air. Saya sendiri tidak mendapat pelampung, tapi ketika kejadian itu, saya melihat tas kepala sekolah mengapung, dengan itu saya coba bertahan sampai proses evakuasi. Sementara, Almarhumah Masyrida saat kejadian duduk di bagian depan kapal, mendapat pelampung. Namun, rekan kami yang mencoba mengevakuasi Almarhumah, mendapatinya sudah dalam keadaan tidak sadar,” ungkapnya.

Saat ini jenazah almarhumah telah dibawa masjid di kawasan Anak Aia dan akan dikebumikan di pandam daerah Anak Aia itu.

(Ophik)

To Top