Kaba Pemko Bukittinggi

Penerbitan Sertifikat Konsolidasi Bypass, Kelurahan Harus “Jemput Bola”

Bukittinggi, KABA12.com — Pemetaan tanah untuk konsolidasi bypass di kelurahan Aur Kuning, kecamatan ABTB, di belakang UMSB Bukittinggi, telah disetujui masyarakat peserta konsolidasi.

Selasa (25/07), walikota, BPN bersama dan tim konsolidasi lainnya menemui masyarakat untuk menjelaskan proses lanjutan untuk penerbitan sertifikat.

Kepala BPN Bukittinggi, Yulindo menjelaskan, 33 kapling tanah konsolidasi di kawasan ini sudah disetujui warga. Selanjutnya, peserta diharapkan menandatangani persetujuan dari hasil penataan dan mengurus segala persyaratan lanjutan ke kelurahan.

“Peserta konsolidasi hanya tinggal menyerahkan alas hak atau bukti kepemilikan yang dapat diurus ke kelurahan jika telah sampai di BPN, kami pastikan maksimal dua minggu, sertifikat sudah bisa diterbitkan,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bersyukur, permasalahan konsolidasi tanah bypass di sejumlah titik sudah terselesaikan dan diterima oleh masyarakat. Pembangunan jalan lingkung yang direncanakan akan dimulai Oktober 2017 mendatang juga telah dipancang.

Untuk penerbitan sertifikat, masyarakat juga diarahkan hanya sampai ke kelurahan saja.

Selanjutnya pihak kelurahan akan membantu pengurusan ke PU hingga ke BPN.

“Alhamdulillah, sesuai janji kami, persoalan konsolidasi tanah bypass ini terus menemui titik terang. Selanjutnya untuk kawasan belakang UMSB ini, masyarakat tinggal mengurus alas haknya. Saya harapkan kelurahan dapat jemput bola dalam menyelesaikan persyaratan pengurusan bukti kepemilikan tanah itu, sehingga proses penerbitan sertifikat dapat segera dilaksanakan,” tegasnya.

Walikota menambahkan, hingga bulan Juli 2017 ini, sekitar 100 kapling tanah konsolidasi sudah diselesaikan. Seluruh biaya administrasi pengurusan sertifikat itupun ditanggung oleh pemerintah.

Hal ini salah satu bentuk komitmen walikota dan wakil walikota sebagai kepala daerah Bukittinggi dalam menyelesaian persoalan konsolidasi tanah bypass yang sudah 25 tahun terkatung-katung itu.

(Ophik)

To Top