Kaba Edukasi

Pendidikan dan Raden Adjeng Kartini (RA. Kartini)

Posted on

Berkat perjuangan Kartini,  para perempuan Indonesia di masa sekarang ini bisa memiliki kesetaraan dengan laki-laki. Kalau Kartini dengan pandangannya tentang emansipasi di Indonesia tidak muncul? Sepertinya tidak mungkin ada presiden wanita yang pernah dimiliki Indonesia.

Bicara tentang emansipasi, Kartini tentu memandang perlunya aspek pendidikan bagi perempuan. Kartini yang lahir pada 21 April 1879 dibesarkan dan dididik dalam keluarga bangsawan Jawa. Hal ini membuat Kartini harus patuh terhadap aturan-aturan Jawa yang kala itu perempuan memiliki unggah ungguh (baca: tata krama) dalam segala hal. Cara duduk yang diatur dalam adat Jawa. Bahkan, perempuan bangsawan pun harus keluar dari sekolah ketika mereka datang bulan pertama kali.

Hebatnya, adat yang terkesan mengekang tersebut tidak membuat pemikiran Kartini ikut terkekang juga. Pemikiran Kartini, terus membumbung tinggi bak asap yang terus keluar dari sebuah cerobong atap rumah.

Keingintahuannya yang tinggi bahkan membuatnya ingin bersekolah di Belanda. Sayangnya, mimpi itu harus ia telan mentah-mentah. Hanung Bramantyo, dalam film buatannya Kartini (2017), berspekulasi bahwa kandasnya mipi ini diakibatkan ayahnya yang sakit dan ibu kandungnya, Ngasirah, membujuknya untuk berbakti kepada keluarganya saja.

Sumber lain, yakni buku Kartini: Sebuah Biografi yang ditulis oleh Sitisoemandari Soeroto tahun 1970-an mengatakan kalau Kartini gagal berangkat ke Belanda karena iklim politik Hindia-Belanda yang kurang kondusif.

Akhirnya, Kartini menikah dengan bupati Rembang, Raden Adipati Djojodiningrat. Ia merasakan pemikirannya terus berkembang. Ditambah lagi, ia memiliki sahabat pena, Nyonya Abendanon.

Kartini dan Abendanon sering sekali membahas tentang hak-hak perempuan.

Di zaman itu, Kartini sudah berpikir untuk membangun sebuah pendidikan yang lebih spesifik yakni kejuruan. Kalau sekarang bisa kamu lihat banyak sekolah kejuruan atau lembaga kursus suatu bidang tertentu. Menjahit, bahasa Inggris, atau bahkan kursus bidang otomotif.

Pemikiran Kartini yang dipengaruhi lingkungan sosialnya menjadikan pendidikan itu sebagai alat untuk memajukan sebuah bangsa. Ilmu pengetahuan yang didapat seseorang merupakan sebuah jalan mencapai kebahagiaan untuk suatu individu atau kelompok masyarakat. Kartini memiliki harapan yang sangat dalam bagi kaum bumiputra untuk mendapatkan pendidikan. Semua ini bertujuan untuk mencetak individu yang punya kecerdasan akal dan budi pekerti.

(sumber: ruangguru.com)

Populer

Exit mobile version