Kaba Pemko Bukittinggi

Pemko Bukittinggi Upayakan Kelola Mandiri Aset Provinsi, Rumah PDRI Jadi Prioritas

Bukittinggi, KABA12.com — Pemko Bukittinggi ajukan permohonan untuk pengelolaan tiga aset Pemprov Sumbar yang berada di Kota Wisata.

Upaya itu dilakukan terhadap rumah dinas PDRI, kantor Dinas Pertanian dan komplek PDAM.

Sekda Bukittinggi, Martias Wanto, menjelaskan, upaya itu direalisasikan dengan telah dikirimkannya surat permohonan, untuk hibah ketiga aset tersebut.

“Rumah Dinas Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Parak Kopi, Kantor Dinas Pertanian di Lambau dan Komplek PDAM di Belakang Balok,” ujar Martias Wanto, Senin (03/12).

Sekda mengatakan, sebagai kota penuh sejarah, banyak aset yang tidak tercatat atas kepemilikan Pemko Bukittinggi. Permintaan pengambilalihan ketiga bangunan itu, sudah diajukan dan kini tinggal menunggu persetujuan gubernur.

“Kota Bukittinggi pernah menjadi basis Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, pernah juga menjadi Ibu Kota Sumatera Tengah, Ibu Kota Sumbar dan Ibu Kabupaten Agam. Karena sejarah itu, ada beberapa aset yang bukan milik Pemko Bukittinggi, tapi tercatat sebagai aset Pemerintah Pusat dan Pemprov Sumbar,” kata Martias Wanto.

Ia berharap, setelah dihibahkan ke Pemko Bukittinggi, aset-aset itu bisa dioptimalkan pengelolaannya. Pemko akan melakukan upaya maksimal untuk pengelolaan secara mandiri.

“Semoga Pak Gubernur mengabulkan permohonan itu dan bisa dimanfaatkan Pemko.Bukittinggi dengan optimal,”jelas Martiaswanto

Dari ketiga bangunan yang diminta, Rumah Dinas di Parak Kopi memiliki perhatian khusus karena memiliki nilai sejarah penting bagi negara.

Bangunan ini pernah digunakan Syafruddin Prawiranegara untuk rapat membahas PDRI, rumah tua ini juga pernah berfungsi sebagai Rumah Dinas Gubernur Sumatera Tengah, Mr Teuku Moh Hasan.

Rumah itu sempat tidak terurus dan dibiarkan begitu saja hingga bangunannya banyak yang rusak hingga akhirnya dibersihkan dan dipoles kembali pada 2021 lalu.

(Ophik)

To Top