Kaba Terkini

Pemerintah Berikan Syarat Atas Tawaran OPEC

Jakarta, KABa12.com — Indonesia telah ditawarkan kembali aktif menjadi anggota organisasi negara-negara pengekspor minyak, atau OPEC. Ajakan tersebut, kemudian diproses oleh Indonesia dengan sejumlah syarat, agar menyesuaikan strategi pengembangan minyak nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar mengatakan, saat ini Indonesia telah mengirimkan surat kepada pihak OPEC untuk kembali menjadi anggota aktif.

“Benar, kita ditawarkan kembali untuk ke OPEC dan kita juga sudah mengirimkan surat ke OPEC dan sekarang lagi (diproses) di internalnya OPEC,” kata Arcandra seperti dikutip viva.co.id, Jumat (07/07).

Namun, dalam surat yang diajukan ke pihak OPEC, pemerintah memberikan sejumlah syarat yakni, ketika Indonesia kembali aktif dalam keanggotaan OPEC, maka strategi pemerintah dalam produksi di sektor migas tidak lantas hilang.

“Intinya, ini harus sejalan dengan strategi kita mengembangkan minyak di Indonesia,” kata dia.

Indonesia, lanjut Arcandra, memiliki keinginan dan strategi untuk terus meningkatkan cadangan minyak. Sementara itu, OPEC sebelumnya justru sepakat agar seluruh anggota pengekspor minyak memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph), menjadi 32,5 juta bph mulai 1 Januari 2017.

“Sebelumnya, kita mengeluarkan diri, karena (pemangkasan) tidak sesuai dengan strategi nasional. Tapi kita sama OPEC di cut off, kita harap ada pengecualian,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja sama Kementerian ESDM, Sujatmiko mengatakan Indonesia diminta langsung oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk menjadi anggota aktif di OPEC.

Permintaan itu lantaran peran Indonesia yang cukup ditunggu kehadirannya di keanggotaan OPEC. “Menteri Arab Saudi, Menteri UEA meminta Menteri (ESDM) kita untuk masuk lagi ke OPEC, artinya peran Indonesia dibutuhkan,” katanya.

(Dany)

To Top