Pemkab Agam
Peluang Akses Jalan Alternatif Kelok 44 Padang Gelanggang – Maninjau Kembali Terbuka
Lubukbasung, KABA12 — Pemerintah Nagari Maninjau bersama Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya dan Anggota DPRD Agam melakukan pertemuan dengan Bupati Agam, Beni Warlis di Kantor Bupati Agam, Lubuk Basung, Senin (13/10). Sebelumnya telah sepakat melaksanakan pertemuan, usai kunjungan Anggota DPR RI, Andre Rosiade berkunjung ke wilayah Agam beberapa waktu lalu.
Walinagari Maninjau, Harmen Yasin bersama Ketua Bamus, Ade Wijaya, Ketua Pokdarwis Maninjau, Camat Tanjung Raya Al Hafidz dan Anggota DPRD Agam, Alfian Datuak Kayo berbarengan dari Maninjau menuju Kantor Bupati Agam, namun sesampai di lokasi ternyata Bupati Agam mendapat kunjungan pejabat penting. Berkat koordinasi dengan Kabag Protokol Agam, Khasman Zaini pertemuan berlanjut dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Luthfi.
Pada pertemuan, Walinagari Maninjau Harmen Yasin manyampaikan harapan masyarakat untuk menfasilitasi rencana pembukaan dan pembangunan Jalan Alternatif dari Maninjau berlokasi di Panji Kubu Gadang melalui Pondok Pesantren Prof. Dr. Hamka ke Padang Gelanggang Matua Mudiak, Kecamatan Matur.
“Akses jalan alternatif ini sangat vital dan penting untuk masyarakat Kabupaten Agam. Tidak hanya masyarakat Tanjung Raya, juga Lubuk Basung, Ampek Nagari dan Tanjung Mutiara. Jika Kelok 44 amblas atau longsor, maka masyarakat yang hendak ke Bukittinggi dan Pekanbaru Riau, membawa produksi pertanian terpaksa menempuh jalan Sicincin Padang Pariaman terus ke Padang Panjang. Hal ini menambah ongkos distribusi Dan merugilah masyarakat,” ungkap Walinagari Maninjau, Harmen Yasin kepada Sekda Agam, Muhammad Lutfi di ruangan Sekda, Senin (13/10).
Niat dan usaha masyarakat Maninjau sudah sangat lama jalan alternatif ini terealisasi. Pihak Pemerintah Kabupaten Agam sendiri bersama Anggota DPR Agam dan Provinsi Sumatera Barat. Bahkan Gubernur Sumatera Barat juga telah sempat berkunjung. Namun, besarnya anggaran tidak mampu dari Anggaran Daerah, maka butuh dukungan dari Anggaran Pusat.
Pada kesempatan kunjungan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade pada Kamis (9/10) lalu, Walinagari Maninjau Harmen Yasin berkesempatan manyampaikan aspirasinya. Hal itu langsung mendapat tanggapan positif, pada saat itu Bupati Agam, Beni Warlis dan jajaran turut hadir memeriahkan aspirasi itu.
“Adanya bantuan Anggota DPR RI Andre Rosiade ini, jelas membuka peluang besar dan hal ini penuh harapan dapat terwujud. Bantuan melalui Impres Jalan Kementerian PUPR Pusat, akan tetap pengusulan ini harus melalui Bupati Agam. Pengajuan langsung ke Kementerian PUPR Pusat, jika persyaratan lengkap sudah sampai ke Kementerian PUPR, selanjutnya tugas dari Bapak Andre Rosiade.” tutur Harmen Yasin.
Anggota DPRD Agam, Alfian Datuak Kayo pun memperkuat argumentasi tersebut. Sebagai Mantan Walinagari Maninjau menjabat dua periode, pihaknya telah maksimal mendorong percepatan pembangunan akses jalan alternatif Kelok 44.
“Bahkan selaku Anggota DPRD Agam kami juga telah mengusulkan perencanaan pembangunan ini melalui Rapat Paripurna. Bupati Agam pun telah menyetujui bahkan menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Agam untuk tahun 2025.” ujarnya.
“Kami bersama Pemerintah dan Ninik Mamak Nagari Maninjau telah siap untuk pembebasan lahan. Siap untuk melengkapi segala prosedur administrasi atau persyaratannya,” lanjutnya.
Alfian pun mengajak pemerintah daerah untuk menyambut baik usaha keras masyarakat Nagari Maninjau ini. Mencari jalan agar ada akses jalan alternatif Kelok 44 yang dapat terwujud tanpa menggunakan anggaran daerah.
“Karena anggarannya memang sangat besar dan tidak akan mampu menggunakan anggaran APBD yang sangat terbatas pada saat ini,” terangnya.
Saat ini kondisi jalan kelok 44 juga sangat mengkuatirkan, ditambah kondisi anggaran yang sangat minim, maka sangat menguntungkan jika mengambil peluang ini.
Ketua Bamus Maninjau, Ade Wijaya menambahkan, agar Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar kembali melanjutkan rencana pembangunan akses jalan ini. Selain itu, juga ada pekerjaan dan perencanaan yang tertunda yaitu normalisasi Sungai melalui BWS atau Balai Wilayah Sungai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Kita telah terhubung dengan pihak BWS dan Kementerian PUPR Pusat untuk siapa bantu pembuatan operasional normalisasi, namun harus melalui PUPR Kabupaten Agam dan Bupati Agam. Maka butuh sejumlah surat atau proposal dari PUPR Agam.” ungkap Ade Wijaya, dengan gelar Adat Datuak Mangkuto Ameh ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Mhd Luthfi menyambut baik aspirasi dan informasi penting tersebut. Pihaknya segera menindaklanjuti harapan masyarakat, namun tentunya hal ini melalui persetujuan Bupati Agam.
“Kami mengucapkan terimakasih banyak sekaligus permohonan maaf Bapak Bupati Agam yang mendadak ke Padang bersama Kadis PU. Bahkan menunggu kami sehubungan ada pula tamu dari sejumlah pihak lainnya. Kami mengucapkan terimakasih lagi kepada bapak Walinagari Maninjau beserta bapak Camat Tanjung Raya, bapak Anggota DPRD Agam, Angku Alfian Datuak Kayo, Ketua Bamus, Ketua Pokdarwis Maninjau yang telah manyampaikan informasi penting terkait pembangunan jalan alternatif Kelok 44 ini,” terang Sekdakab Agam.
Meski demikian, pertemuan dengan sejumlah rencana ini lanjutnya, pihaknya terlebih dahulu manyampaikan pesan tersebut ke pada Bupati Agam. Sehingga tindaklanjut dapat sesuai arahan bagaimana proses selanjutnya.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Agam Gani Basya telah mengikuti proses pengusulan jalan alternatif Kelok 44 dari masyarakat Maninjau dan Matua Mudiak tersebut. Pihaknya menyambut baik dari masyarakat, namun terdapat sejumlah kendala.
“Pertama sekali masyarakat baik di Matua Mudiak maupun di Maninjau harus kompak dan berkomitmen melancarkan segala persoalan di bawah, terutama pembebasan lahan beserta surat menyuratnya. Selanjutnya, lahan itu sebagian kecilnya masuk Hutan Lindung. Dan hal ini harus ada pengurusan pembebasan ke Dinas Kehutanan Provinsi. Kemudian Akses Jalan ini harus masuk data base Kabupaten Agam,” tegasnya.
(Bryan)