Kaba Terkini

Pelayanan RSUD Lubukbasung Kembali Disorot, Nesi Harmita : Prioritaskan Lansia

Lubukbasung,kaba12 — Pelayanan RSUD Lubukbasung kembali dapat sorotan. Kali ini, yang bereaksi Nesi Harmita, dari fraksi Gerindra, anggota Komisi IV DPRD Agam yang membidangi masalah kesehatan dan pelayanan publik, yang mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit.

Hal itu dialami sendiri oleh Nesi Harmita, saat membawa ibunya Zahara,(80) yang akan menjalani kontrol pasca mengalami patah tulang ke poli ortopedi di rumah sakit satu-satunya di kabupaten Agam itu, Senin, (12/6) pagi.

Dijelaskan Nesi Harmita, dia bersama ibunya yang sengaja dibawa dengan ambulance dari Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, karena kondisi ibunya yang lemah, dan tidak bisa duduk pasca terjatuh di kamar mandi, dengan sengaja mengambil nomor antrian.


Disebutkan, pihaknya sengaja melalui SOP dan prosedur pelayanan medis di rumah sakit tersebut, sambil memantau mekanisme serta pola pelayanan yang diberikan petugas rumah sakit terhadap para pasiennya, dan pihaknya memang sengaja tidak menghubungi direktur RSUD Lubukbasung untuk mendapatkan prioritas, karena dia mengaku akan mengikuti proses yang diberlakukan.

Dijelaskan, setelah sampai di RSUD Lubukbasung, Nesi Harmita yang membawa langsung ibunya tersebut, mendapatkan nomor antrian 2. Sekitar pukul 10.00 WIB, dr.Hermansyah,dokter spesialis ortopedi ( tulang ),setelah melayani pasien nomor antrian 1, mendapat instruksi karena ada pasien yang harus dioperasi,dan baru selesai sekitar pukul 11.30 WIB.

Nesi Harmita yang akan membuka jahitan atas luka yang dialami ibunya tersebut, setelah dokter Hermansyah kembali bertugas di ruang poli, ibunya diperiksa dokter, namun lama mendapatkan resep obat. Bahkan pasien dibawahnya sampai sekitar 20 pasien lainnya,justru sudah mendapatkan pelayanan dari petugas sampai pukul 13.30 WIB.

Anggota DPRD Agam dari fraksi Gerindra itu, mengaku mulai kesal, dan memprotes pada petugas di poli tersebut,”masak saya sudah antri sejak pagi, menunggu dokter sampai selesai operasi. Setelah diperiksa dokter, harus kembali menunggu tindaklanjut dari perawat dan petugas rumah sakit tapi sampai jadual makan siang dan minum obat, ibu saya masih belum dilayani, “ tegasnya kesal.

“ Namun,yang saya peroleh, justru jawaban ketus petugas. Tidak ada prioritas, tidak ada lansia yang diprioritaskan, semua pelayanan berlaku sama, “ ungkap Nesi Harmita menirukan pernyatan petugas tersebut.

Mendapat pernyataan itu, Nesi Harmita langsung menghubungi direktur RSUD Lubukbasung dr.Riko Krisman dan menyatakan protes akan pola pelayanan tersebut.

“ Sayangnya dokter Riko juga menjawab serupa, tidak ada prioritas pelayanan bagi lansia, semua sama. Dan kenapa ibu tidak menghubungi saya sebelumnya, “ungkap Nesi Harmita menirukan pernyataan dr. Riko Krisman.

Anggota Komisi IV DPRD Agam dari Daerah Pemilihan Agam I itu, mengaku kecewa, pasalnya petugas pelayanan di RSUD Lubukbasung mestinya memprioritaskan pelayanan untuk lansia, karena perlu perhatian khusus, “ bukan karena yang saya urus itu ibu saya, tapi hal itu mestinya diberlakukan untuk seluruh lansia, kasihan kan, saya bersama ibu saya sudah menunggu di atas mobil ambulance dari pukul 09.30 WIB lo, “ tegasnya dengan nada tinggi.

Nesi Harmita itu meminta manajemen rumah sakit untuk membenahi pola pelayanan dan sistim pelayanan yang diberikan untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan lansia, karena golongan itu mesti menjadi perhatian khusus, agar masyarakat tidak lari ke rumah sakit lain untuk mendapatkan pelayanan, “ yang rugi , kabupaten Agam juga, “ ulasnya.

Klarifikasi Pihak RSUD Lubukbasung


Menanggapi kejadian itu, dr.Riko Krisman, direktur RSUD Lubukbasung waktu dikonfimasi kaba12 secara terpisah, membenarkan adanya masalah tersebut. Disebutkan, hal itu terjadi hanya salah paham semata yang menurutnya wajar terjadi ditengah upaya optimalisasi pelayanan yang tengah dilakukan pihaknya di rumah sakit tersebut.

Bahkan, apa yang dikonfirmasi kaba12 seperti pernyataan Nesi Harmita justru berbeda, sesuai hasil investigasi yang dilakukan pihaknya terhadap para petugas yang terlibat dalam pelayanan itu Senin, (12/6) siang. “ Saya tentu tidak bisa menerima laporan sepihak dari ibu Nesi Harmita,dan harus saya cross cek pada personil saya yang bertugas, “ ungkap dr.Riko Krisman terlihat tenang.

Dijelaskan, dari hasil konfirmasi pihaknya pada seluruh petugas yang melayani pasien di poli ortopedi ( tulang ) Senin siang tersebut, membenarkan bahwa pasien atas nama Zahara sudah terdaftar di nomor antrian 2 untuk mendapatkan pelayanan dari dokter ahli tulang dr.Hermansyah.

Sesuai penjelasan stafnya, dr.Riko Krisman menyebutkan, saat pelayanan pertama, nomor antrian 2 sudah dipanggil petugas untuk mendapatkan pelayanan, namun pasien nomor antrian 2 masih belum datang, sehingga petugas melanjutkan pemanggilan pasien berikutnya untuk mendapatkan pelayanan, “ hasil crosscek kami, pasien masih dalam perjalanan menuju RSUD Lubukbasung setelah ditelpon petugas, “ jelasnya.

Saat itu, proses layanan dr.Hermansyah sempat terhenti, karena dokter harus melaksanakan operasi, sehingga pelayanan di poli sempat terhenti. Setelah selesai melaksanakan operasi, pelayanan berlanjut, dan pasien nomor antrian 2 langsung dipanggil dan diperiksa dokter, kemudian dipindahkan ke ruang penindakan.

“ Masalah muncul, saat di ruang penindakan, karena ibu Nesi mempertanyakan kenapa proses penanganan lambat, termasuk pemberian resep obat. Di ruang penindakan, tentu petugas berproses, membuka jahitan dan melakukan pembersihan terhadap luka, kemudian baru resep direkomendasikan, “ulasnya.

Direktur RSUD Lubukbasung itu menegaskan, reaksi dan protes seperti itu dianggap wajar, karena seluruh pasien dan keluarga pasien butuh penanganan cepat. Kondisi itu disebutkan sama dengan pasien lain ditengah tingginya pelayanan yang harus dilakukan.

dr. Riko Krisman, yang langsung mendatangi poli pelayanan ortopedi itu, tidak hanya mencroscek pada personilnya,” saya bahkan menanyakan kejadian itu pada para pasien yang tengah antri mendapatkan pelayanan di poli ortopedi itu dan memberi pernyataan berbeda bahkan mendukung sikap yang dilakukan petugas pelayanan, “ jelasnya.

Direktur RSUD Lubukbasung itu siap menjelaskan secara detail hal itu pada Nesi Harmita, terkait upaya pihaknya bersama manajemen rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu pelayanan sesuai kondisi yang ada saat ini, “ kita bisa diskusikan, dan selaku pimpinan, kami siap menjelaskan termasuk prioritas pelayanan untuk lansia tersebut, “ulasnya.

HARMEN

0Shares
To Top