Tiku, KABA12.com — Rodi Indra Saputra, salah seorang pelaku UMKM asal Ujuang Labuang, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam berinovasi dalam memasarkan ikan kering (maco) produksi nelayan Tiku secara daring.
Rodi Indra Saputra mengaku tertantang untuk meningkatkan taraf ekonomi nelayan setempat. Dirinya melirik maco lantaran kerapnya nelayan merugi saat produksi melimpah namun sedikit permintaan di pasaran.
Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke daerahnya, tak jarang bertanya soal buah tangan yang dibawa ketika mengunjungi Pantai Pasia Tiku.
Ia menilai, kunjungan wisatawan yang tinggi ke objek wisata tersebut hendaknya dapat berdampak pada income masyarakat setempat.
‘’Untuk itu kita mencoba membranding dengan mengemas ikan kering ke dalam bungkusan menarik,” ujarnya lagi
Tidak hanya dengan mengemas dalam kemasan, Rodi juga menjaga kualitas ikan kering yang akan dipasarkan.
Ikan kering produksi nelayan Tiku memiliki kelebihan dibandingkan ikan produksi di tempat lain, diantaranya, ikan ditangkap langsung oleh nelayan di bibir pantai, jadi tidak diawetkan menggunakan es, karena sampai di pantai langsung diolah menjadi ikan kering.
Karena dikemas dengan tidak menggunakan bahan pengawet, Rodi mengakui ikan kering tersebut tidak bisa disimpan dalam waktu lama, maksimal hanya 30 hari.
“Untuk itu kami selalu berpesan kepada konsumen untuk segera mengolah ikan dan tidak menyimpan untuk waktu yang lama. Kami sedang berupaya bagaimana ikan asin ini bisa memiliki daya tahan cukup lama tanpa menggunakan bahan pengawet, mungkin salah satunya dengan cara pembekuan,” ungkapnya.
Sementara untuk pemasaran, produk ikan kering nelayan Tiku sudah merambah ke Padang, Payakumbuh, Bukittinggi, hingga ke provinsi tetangga seperti Pekanbaru. Saat ini Rodi juga membuka outlet ikan kering di kawasan jalan lintas Bukittinggi -Lubuk Basung.
(Bryan)