Kaba Terkini

Pedagang Bahan Pokok Beralih ke Sistim DO-COD

Lubukbasung, kaba12.com — Para pedagang bahan pokok di wilayah Lubukbasung mulai beralih menggunakan armada khusus untuk mengantarkan pesanan masyarakat sesuai order yang diterima via nomor ponsel. Bahkan beberapa pegadang, sengaja memakai sistim cash on delivery (COD) memakai jasa tukang ojek dalam mengantarkan pesanan warga.

Bahkan mayoritas pedagang, baik di pasar inpres Padang Baru, Terminal Antokan dan Balai Salasa, sengaja memajang nomor ponsel dan whatshapp di spanduk-spanduk khusus di depan kedai masing-masing untuk pemesanan diantar.

Program ini, merupakan jabaran dari kebijakan bupati Agam yang menginstruksikan masyarakat mengurangi kegiatan keluar rumah, dan tidak lagi pergi ke pasar mengantisipasi penyebaran covid19, untuk membeli bahan pokok, masyarakat bisa memesan langsung pada para pedagang melalui aplikasi atau ponsel yang disiapkan, untuk pengantaran, para tukang ojek dikoordinir bekerjasama dengan pedagang dalam pengantaran.

Seperti pantauan Asisten II Sekab.Agam Yosefriawan di beberapa kawasan di Lubukbasung, sesuai anjuran pemerintah saat percepatan penanganan penyebaran covid19 yang dilakukan pemerintah saat ini para pedagang dianjurkan untuk melakukan terobosan untuk melayani masyarakat.

Sasarannya, sebagai upaya memutus mata rantai covid19, dimana masyarakat disuruh berdiam diri di rumah, pedagang tetap berjualan, sehingga kegiatan ekonomi tetap berjalan, sementara untuk aktivitas ekonomi, disiapkan media untuk jual beli, seperti sistim DO atau COD,” hal itu sudah mulai berjalan di berbagai kecamatan di kabupaten Agam, termasuk di Lubukbasung,”jelas Yosefriawan.

Bahkan saat ini Diskoperindag-UKM Agam tengah melakukan sosialisasi dengan mendatangi seluruh pedagang dan mengkoordinir ojek-ojek yang biasa mangkal mangkal di pasar atau lokasi penjualan sembako, dan para tukang ojek akan mengantarkan pesanan warga, sesuai harga yang sudah disepakati, “ ini salah satu solusi yang dianjurkan pemerintah, agar masyarakat tetap menerapkan pola social-physical distancing mengantisipasi penyebaran virus corona,” sebut Yosefriawan.

Pola semacam itu, sebut Yosefriawan diharapkan bisa diterapkan di seluruh lini, terutama para pedagang sembako, sehingga aktivitas perekonomian tetap berjalan, dan langkah antisipasi penyebaran virus corona secara maksimal bisa dilakukan di wilayah masing-masing.

HARMEN

To Top