Kaba Terkini

Pasar Aur Bukittinggi Tumpah Ruah, Gamis Seprai Laris Manis

Bukittinggi, KABA12.com — H-6 jelang lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah, pasar Simpang Aur Bukittinggi kebanjiran pembeli.

Tak hanya warga dalam kota, satu-satunya pasar grosiran dan eceran terbesar di Sumbar itu tumpah ruah dikunjungi warga luar kota lainnya, seperti Pasaman, Pesisir Selatan, Dharmasraya, bahkan yang datang dari Pekanbru.

Aktifitas jual beli meningkat seiring dengan banyaknya pengunjung pasar, karena mendekati momen kemenangan hari lebaran nan fitri 25-26 Juni 2017 mendatang.

Salah seorang pedagang Eri menyatakan, omsetnya meningkat sejak Sabtu (17/06) lalu. Dimana hari biasanya jual beli bisa dikatakan standar bahkan cenderung sepi.

“Alhamdulillah, pasar mulai ramai sejak Sabtu kemarin, sudah banyak yang membeli. Biasanya hanya lewat berseliweran saja,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai model pakaian lebaran yang jadi favorit pembeli tahun ini, laki-laki berkumis asal Ampek Angkek Agam yang sudah berjualan sejak tahun 80-an di pasar Simpang Aur itu menyebutkan, gamis seprai sangat laris diburu pembeli.

“Model terbaru sekarang ada namanya gamis seprai, barang Jawa. Dijual seharga Rp 110.000 per helainya, motifnya menarik dengan kombinasi warna yang bagus,” ujar Eri.

Tidak hanya produk Jawa yang laku dipasaran Bukittinggi, Gamis buatan masyarakat lokal dari Ampek Angkek kabupaten Agam juga diminati kaum hawa untuk dipakai saat lebaran, “gamis dari Ampek Angkek juga laris, ada yang terbuat dari kain Bubble dan Balotelli, modelnya lebih berenda dan dilabel dengan harga yang terbilang miring Rp 80.000 hingga Rp 90.000 satu stelnya,” jelas Eri.

Dari penjualan pakaian muslim itu, Eri dapat meraih omset hingga Rp 10 juta perharinya menjelang hari Raya Idul Fitri.

Peningkatan penjualan juga dirasakan pedagang jilbab Eli dari Kamang Agam. Ia mengaku kewalahan meladeni banyaknya permintaan akan jilbab yang dijualnya.

“Kadang sampai begadang hingga sahur untuk mempacking jilbab ini, karena kami juga menjualnya ke daerah luar seperti ke Palembang. Belum lagi menstok barang untuk dijual di pasar Aur Bukittingi,” ulasnya.

Eli menambahkan, dagangannya semakin laris sejak pemerintah memindahkannya dari Gang Auri, “aktifitas jual beli lebih aman dan nyaman disini, sebelumnya kami digusur saat berjualan di gang Auri, pembelipun juga merasa lebih senang berbelanja disini,” ujarnya.

(Jaswit)

To Top