Kaba Bukittinggi

Parkir di Bukittinggi Gunakan Sistem E-Money Mulai September

Bukittinggi, KABA12.com — Setelah masuk objek wisata di Bukittinggi menggunakan sistem e-money dengan kartu BRIZZI, kini pemko Bukittinggi kembali akan mengembangkan sistem ini untuk pembayaran jasa parkir, khususnya di tiga gedung parkir. Untuk proses awal, Walikota bersama SKPD terkait bersama pihak BRI, meninjau tiga gedung parkir yang akan menerapkan sistem e-moeny melalui BRIZZI, Jumat (23/08).

Tiga gedung parkir yang dimaksud, gedung parkir sepeda motor eks Gloria, gedung parkir mobil depan DPRD dan gedung parkir di lokasi Pasa Ateh. Pemerintah akan mendukung fasilitasi lokasi dan juga sosialisasi penggunaan e-money, khususnya BRIZZI.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, sistem e-money akan terus dikembangkan di kota Bukittinggi. Sosialisasi juga terus dilaksanakan untuk masyarakat dan pengunjung, dimana beberapa objek wisata dan parkir serta sejumlah sarana perdagangan di kota Bukittinggi, akan menggunakan e-money melalui Brizzi.

“Kedepan penggunaan parkir akan pakai sistem e-money, dimana pemko Bukittinggi juga akan dibantu kembali oleh BRI, sehingga para pengendara dapat membayar parkir dengan kartu BRIZZI. Ada tiga titik parkir yang segera kita terapkan sistem e-money ini. Dua titik yang sudah selesai insyaAllah kita mulai pada awal September mendatang. Dan untuk Pasa Ateh, akan dimulai sejak selesainya bangunan pasar itu sendiri,” jelas Wako.

Kadishub Bukittinggi, Melwizardi, menambahkan, tarif parkir pun diterapkan sesuai perda yang telah disahkan di kota Bukittinggi. Untuk mobil atau kendaraan roda empat, masuk atau satu jam pertama dikenakan tarif Rp 5.000 dan Rp 1.000 untuk setiap 1 jam berikutnya.

“Untuk sepeda motor, masuk atau satu jam pertama Rp 3.000 dan Rp Rp 1.000 untuk setiap 1 jam berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu, Asep Suhendra, Kacab BRI Bukittinggi, menyampaikan, sistem e-money dengan kartu BRIZZI untuk parkir, akan dimulai awal September. Ribuan kartu telah disiapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan nantinya.

“Kita sudah siapkan peralatannya melalui dana CSR. Termasuk kartunya juga. Kita juga akan ikut bantu pemko untuk sosialisasikan penggunaan Brizzi. Untuk kartu awal, bagi yang belum memiliki kartu Brizzi, pengendara dapat membeli kartu dengan harga Rp 20.000, untuk penggantian biaya cetak. Kemudian isi saldo berapapun, untuk mengaktifkan dan melakukan pembayaran,” jelasnya.

(Ophik)

To Top