Kaba Kuliner

Pangek Pisang Cemilan Langka Dari Solok

Sumatera Barat selama ini terkenal dengan kuliner rendangnya yang sudah mendunia dan menjadi sajian tradisional favorit nomor satu menurut CNN.

Kemudian diikuti dengan camilan Sala Lauak, Galamai, Kacimuih, Lompong Sagu, dan Lamang Tapai. Ternyata masih ada kuliner lain yang belum terjamah masyarakat umum, salah satunya ‘Pangek Pisang’, camilan langka asal Solok.

Kuliner ini merupakan kuliner khas dari Solok dan Solok Selatan, yang bercita rasa manis dan gurih. ‘Pangek Pisang’ sulit ditemukan bahkan di daerah asalnya sekalipun.

Hal ini disebabkan karena ‘Pangek pisang’ hanya dikeluarkan khusus saat acara-acara penting atau acara-acara adat saja.

Acara-acara tersebut di antaranya acara pernikahan, kenduri, pengangkatan datuk, dan upacara mendirikan rumah. Atau bisa juga sebagai hantara ke rumah mertua sebagai penghormatan, menjelang Ramadhan atau lebaran.

Jika ingin mencicipi kuliner langka ini, sebenarnya bisa dibuat sendiri. ‘Pangek Pisang’ berbahan dasar pisang kepok matang. Sambil belajar masak juga, hehehe.. Silahkan simak cara membuat ‘Pangek pisang’ berikut :
• Kupas pisang kepok, kemudian disusun dalam sebuah dandang atau kuali yang sudah dialas dengan lidi dan daun pandan yang banyak agar tidak hangus dan beraroma wangi pandan.

• Kemudian susunan pisang tersebut disiram dengan santan kental yang telah dibumbui kunyit yang dihaluskan, gula, garam, dam vanili.

• Kukus sampai santan mengering. Selama mengukus, kuali harus tertutup dan tidak boleh dibuka.

Setelah matang, akan kita dapati camilan pisang yang lembut, berwarna kuning, dan terasa manis dan gurih. Kombinasi gula dan santan telah meresap ke dalam pisang. Bisa jadi pilihan untuk variasi menu-menu buka puasa di rumah, right?

Biasanya di daerah Solok, ‘pangek pisang’ disajikan dengan lopis atau ketan, baik ketan putih ataupun ketan hitam.

Tapi di daerah Solok Selatan, camilan ini dihidangkan dengan nasi lamak, yang dibuat dari beras ketan yang dibumbui dengan kunyit dan santan, dan dikukus sampai matang.

Malas masak? Nggak usah khawatir, seorang warga Solok Selatan memasarkan ‘pangek pisang’ ini karena kelangkaannya. Rumah makannya dapat ditemukan di daerah Lundang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan.

(sumber: www.wonderfulminangkabau.com)

To Top