DPRD Agam

Opsi Dana Pembangunan RSUD Lubuk Basung

Lubuk Basung, KABA12.com — Pembangunan infrastruktur rumah sakit merupakan perwujudan dari sasaran RPJMD khususnya pada misi 3 yakni peningkatan penyediaan akses layanan kesehatan yang bermutu.

Berkaitan hal tersebut, telah dilakukan kajian kelayakan dimana RSUD Lubuk Basung sebagai sarana kesehatan rujukan memiliki pangsa pasar yang menjanjikan untuk dikembangkan, ditinjau dari beberapa aspek seperti pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan seiring peningkatan jumlah penduduk Kabupaten Agam yang rata-rata mencapai 0,9 persen setiap tahunnya.

“Selain itu, posisi RSUD Lubuk Basung yang strategis dan jarak terjangkau dari daerah tetangga seperti Pasaman Barat dan Padang Periaman berpeluang besar untuk menjadi rujukan dalam penyediaan layanan kesehatan yang bermutu kedepannya,” kata Trinda Farhan dalam rapat peripurna DPRD Agam di aula Bappeda, Selasa (12/07).

Melihat kondisi RSUD Lubuk Basung saat ini yang sudah berusia kurang lebih 25 tahun kecuali IGD dan poliklinik, wabup menyebut perlu dilakukan pembangunan infastruktur secapat mungkin.

“Terkait dengan pendanaan pembangunan RSUD terdapat tiga opsi  pertama, dibebankan sepenuhnya pada APBD dengan estimasi awal biaya pembangunan RSUD yang cukup besar sekitar Rp. 100 miliar, jelas akan membenani dengan kapasitas APBD yang terbatas,” kata Trinda.

Ia menyebut, opsi selanjutnya mengajukan usulan ke pemerintah pusat melalui dana DAK. Namun, ini juga memiliki kendala dimana pengembangan RSUD tidak dapat dilaksanakan secara keseluruhan karena keterbatasan jumlah dana.

“Opsi terakhir  mengajukan pinjaman daerah dengan pertimbangan pembangunan dapat dilaksanakan dalam satu periode sehingga secara ekonomis waktu yang dibutuhkan oleh RSUD untuk mengembalikan investasi dapat dipangkas secara optimal,” ujarnya.

(Virgo)

0Shares
To Top