Kaba Terkini

Nukilan Sejarah, Rohana Kudus, Wanita Hebat-Perintis Pers Nasional

Posted on

Sosok Rohana Koedoes, tokoh perempuan kelahiran Koto Gadang, kecamatan IV Koto, kabupaten Agam, 20 Desember 1884, merupakan tokoh penting dalam sejarah Pers nasional, selain sebagai wartawati/wartawan perempuan pertama di Indonesia, yang dibuktikan dengan pengakuan dan penghargaan yang diberikan pemerintah dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-3 tahun 1974, sosok ini juga dikenal luas dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dibuktikan, banyak aktivitas yang dilakukan semasa hidupnya, dan hingga kini masih menjadi kekuatan penting dalam beragam aktivitas masyarakat di Indonesia. Pasalnya, Rohana Kudus, sosok perempuan Minangkabau yang memiliki beragam kepandaian serta sukses mempelopori emansipasi kaum perempuan. Selain sebagai seorang guru, sebagai pendiri sekolah perempuan, penulis, wirausaha, dan sukses sebagai pemimpin redaksi di berbagai suratkabar perempuan.

Nukilan sejarah ringkas ini, dirangkum dari berbagai pihak, terutama dari laporan bupati Agam dan diskusi dengan Kadinas Sosial Agam Kurniawan Syahputra, disela seminar nasional sosok Rohana Kudus di Padang, Rabu,(28/3).

Dari perjalanan sosok Rohana Kudus, yang luar biasa, ditengah dinafikannya, aktiivtas kaum peremuan, namun berkat kemampuan dan kepandaiannya yang luar biasa, didukung oleh keluarganya, berbagai ilmu dan pemahaman tentang banyak hal, diperoleh secara otodidak, karena Rohana Kudus, tidak mendapatkan pendidikan formal, namunya ayahnya,selalu membekali Rohana Kudus dengan membelikan surat kabar, buku-buku dan bahan bacaan lain, sehingga perempuan luar biasa itu, bisa membaca dan menulis dengan baik, walau secara otodidak.

Beranjak dari bekal ilmu yang kuat secara otodidak itu, Rohana Kudus sukses hadir sebagai sosok wartawati dan insan pers , karya-karyanya dalam bidang jurnalistik sudah sangat dikenal, khususnya membahas tentang sosok perempuan, dibuktikan wanita luar biasa ini, sukses mendirikan dan menjadi pemimpin redaksi  surat kabar khusus perempuan Soenting Melayoe tahun 1912, menjadi redaktur di surat kabar Radio yang diterbitkan Tionghoa-Melayu di Padang, dan menjadi rekatur di surat kabar Cahaya Soematra.

Atas peran itu, pemerintah memberikan penghargaan pada Rohana Kudus sebagai wartawati pertama Indonesia pada HPN ke-3 tahun 1974, sebagai Tokoh Perintis Pers Nasional tahun 1987, dan menerima penghargaan Bintang Jasa Utama tahun 2008.

Hingga kini, karya dan hasil perjuangan Rohana Kudus menjadi kekuatan tersendiri bagi masyarakat, khususnya dunia Pers di Sumatera Barat, apalagi saat ini, perjuangannya diteruskan oleh yayasan Amai Setia yang bergerak dalam kegiatan sosial, pendidikan dan usaha.

Mengingat jasa dan perannya yang luar biasa itulah, sosok Rohana Kudus sangat layak ditetapkan sebagai pahlawan nasional, bersama 3 tokoh masyarakat kabupaten Agam lain yang diusulkan pada pemerintah pusat sebagai pahawan nasional.

Hal itu akan menjadi kebanggaan luar biasa masyarakat Sumatera Barat,khususnya kabupaten Agam, karena banyak tokoh-tokoh penting yang selama ini dikenal luas, seperti dari bidang agama Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Syekh Ibrahim Musa, Syekh Sulaiman ar-Rasuli, Buya HAMKA, dari tokoh pergerakan dan perjuangan ada sosok Tuanku Nan Renceh, Mandeh Siti Manggopoh, M.Saleh Dt.Rajo Panggulu, H.Abdul Manan, idang politik pemerintahan antara lain Haji Agussalim, Abdoel Moeis, Sutan Syahrir, Adnan Kapau dan Abdoel Halim, sementara yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan diantaranya Rangkayo Rasuna Said, dan Rohana Kudus.

Bahkan bupati Agam Indra Catri menyebut, bahwa sangat banyak tokoh dari berbagai bidang yang berjasa memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia, apalagi sejak zaman dulu, kabupatenAgam dikenal sebagai daerah pusat industri otak yang mampu melahirkan ratusan tokoh yang mendapatkan pengakuan nasional maupun Internasional, yang merupakan hasil dari pola pendidikan berbasis surau yang mensintesakan ilmu agama, ilmu dunia dan olah fisik dalam suatu wadah yang terintegrasi.

(Harmen)

Populer

Exit mobile version