Catatan 12

Nukilan Sejarah Ibukota Agam di Lubukbasung ( Bagian 2-Habis) 18 Pelaku Sejarah, Pembentang Masa Depan

Posted on

Catatan : Harmenkaba12

Hasil kajian ini berlanjut dengan survei lapangan yang dilakukan tim yang dibentuk Bupati Agam, ke wilayah Kecamatan Lubukbasung, Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Matur tanggal 24 Desember 1981 .

Dari hasil serangkaian pembahasan, survei lapangan dan kajian oleh Bupati Agam bersama tim Pemerintah Daerah, dikeluarkan surat oleh Bupati Agam Nomor : PAM/456/III/AG/1982 tanggal 22 Maret 1982 yang berisi Kecamatan Lubukbasung Menjadi Wilayah Prioritas Untuk Pemindahan Ibukota Kabupaten Agam.

Penetapan Kecamatan Lubukbasung sebagai prioritas lokasi Ibukota Baru Kabupaten Agam disambut antusias dan respon yang luar biasa dari berbagai tokoh masyarakat. Bahkan tokoh-tokoh masyarakat langsung menggelar pertemuan untuk membahas berbagai hal termasuk ketersediaan lahan pendukung untuk merealisasikan pemindahan ibukota Kabupaten Agam ke Lubukbasung tersebut.

Dalam pembahasan tersebut, ada 18 tokoh penting yang secara aktif melakukan pembahasan dan rumusan terkait dengan upaya merealisasikan pemindahan Ibukota Kabupaten Agam ke Lubukbasung itu , masing-masing :

  1.  Mawardi Luthan Dt.Asa Labiah ( waktu itu beliau : dirunut tanggal lahir dan sejarah)
  2. Syamsuar Udin Dt.Batu Basa ( waktu itu beliau :…
  3.  Drs,Syamsul Bahri ( waktu itu beliua….
  4.  Ali Anwar ,BA
  5. J.Dt.Maharajo Labiah
  6. H.Zubir Thaib Dt.Muncak
  7. Ajis Dt.Bandaro Putiah\
  8.  Tamban Dt.Gunuang Ameh
  9. Irsal St.Sulaiman
  10.  Zukri Anwar,BA
  11. Umi Kalsum
  12. Majo Ali
  13. Syamsuar Ilyas
  14. Drs. Sartunis Nutir
  15. Drs.Saus St.Bagindo
  16. Dr.Agustiar Syah Nur,MA
  17. Firdaus Khairani
  18. Syamsidir , BA

18 Tokoh Masyarakat itu, berhasil menyepakati dan membuat Pernyataan Sikap Bersama Masyarakat Kecamatan Lubukbasung tanggal 20 Juni 1982, yang isinya mendukung penuh perpindahan Ibukota Kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubukbasung dengan segala konsekuensinya dan menyediakan lahan seluas sekitar 80 Hektar di Padang Pusaro ( Padang Baru – kawasan perkantoran di Kota Lubukbasung-red).

Berbekal surat pernyataan bersama dan dukungan penuh masyarakat Kecamatan Lubukbasung itu, diajukan pada Bupati Agam (waktu itu) Letkol.Inf. M.Nur Syafei, yang langsung menindaklanjuti hal itu, setelah dilakukan kajian sesuai berbagai aspek tersebut, makan Kecamatan Lubukbasung ditetapkan sebagai Ibukota Kabupaten Agam yang baru dan dipersiapkan berbagai sarana pendukung.

Bupati Letkol.Inf. M.Nur Syafie, mendorong dibangunnya berbagai fasilitas pendukung sebagai persyaratan utama keberadaan ibukota pemerintahan, terutama kantor Bupati, Kantor DPRD, dan beberapa fasilitas lain

Masa pemerintahan M.Nur Syafie, cukup banyak pembangunan sarana di Kota Lubukbasung, yang dilanjutkan masa pemerintahan Letkol.Inf.Gustiar Agus sebagai Bupati Agam, sampai direalisasikan pemindahan Ibukota Kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubukbasung tanggal 19 Juli 1993 dalam sebuah upacara resmi di Kantor Bupati Agam di Padang Pusaro, Lubukbasung.

Pemindahan Ibukota Kabupaten Agam dari Wilayah Kotamadya Bukittinggi ke Kota Lubukbasung dalam Wilayah Kecamatan Lubukbasung dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1998 tanggal 7 Januari 1989 yang ditandatangani Presiden Soeharto, yang dijabarkan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 1998 tanggal 29 April 1998 ( waktu itu Mendagri dijabat R.Hartono).

Saat ini, usia Ibukota Kabupaten Agam sudah 32 tahun. Banyak perubahan pembangunan yang dilakukan, banyak pengorbanan dan perjuangan yang dilakukan masyarakat melalui 18 tokoh masyarakat dan ninik mamak yang berjuang maksimal mewujudkan kemajuan pembangunan seperti yang terpatri di hadapan mata saat ini.

Kami,( penulis berani mewakili seluruh masyarakat), berterimakasih dan menghaturkan doa kepada beliau-beliau yang berjuang tak kenal pamrih untuk mewujudkan kemajuan pembangunan seperti yang dinikmati saat ini.

Kami berterimakasih atas dukungan, komitmen dan upaya yang dilakukan seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Agam waktu itu, dibawah kepemimpinan (alm) Kol.Inf.H.M.Nur Syafie, dan Brigjen TNI H.Gustiar Agus yang berjasa mewujudkan impian kemajuan masyarakat.

Kami justru berharap, peringatan 33 Tahun Perpindahan Ibukota Dari Bukittinggi ke Lubukbasung, 19 Juli 2026 mendatang, tidak hanya diperingati dengan upacara dan seremoni semata. Mestinya ada moment special pengakar sejarah. Sudah selayaknya berdiri monument atau setidaknya tugu perlambang yang berisi nama-nama beliau, para pelaku sejarah, para pemimpin pemancang sejarah, yang akan ditandatangani oleh Bupati Agam (sekarang) H.Beni Warlis, sebagai perlambang rasa hormat dan bangga.

Walau sebetulnya, tanpa itupun semua akan merasa bangga. Tapi setidaknya untuk pengingat, bahwa di setiap ruas jalan yang ditapak, setiap sudut kantor yang dipijak, setiap hari-hari gembira yang dijalan para penghuni kota ini, ada doa yang membalut impian mereka. Karena apa yang mereka rilis, untuk kita semua, anak-cucu mereka, penerus para motor pembangunan daerah ini. Semoga .-
( Harmen-Dari Berbagai Sumber-Habis ).

Populer

Exit mobile version