Lubuk Basung, KABA12 — Pemerintah Kabupaten Agam menggelar Muhasabah dan Refleksi Tahun Baru 2026 bertema kebencanaan di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung, Rabu malam (31/12). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama atas musibah bencana yang melanda Agam sepanjang tahun 2025.
Kegiatan muhasabah tersebut diikuti secara serentak di 32 masjid Creative Hub yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Agam. Bupati Agam bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, serta jama’ah masjid dan undangan hadir langsung mengikuti rangkaian acara.
Acara diawali dengan salat Isya berjamaah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah dan muhasabah. Dalam suasana khidmat, panitia menyampaikan narasi kebencanaan yang menggambarkan kronologi serta dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 19 November 2025, termasuk banjir bandang yang menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Agam.
Bencana tersebut telah mengakibatkan banyak warga meninggal dunia, bahkan korban lainnya hingga kini masih belum terverifikasi. Selain korban jiwa, ribuan warga terdampak serta mengalami kerusakan rumah dan fasilitas umum di sejumlah kecamatan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Dr. H. Thomas Febria, S.Ag., M.A, menyampaikan bahwa musibah yang terjadi hendaknya dijadikan momentum muhasabah dan introspeksi diri.

“Musibah ini menjadi dorongan untuk berikhtisar bagi kita semua untuk meningkatkan doa, keikhlasan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadirkan Anggota TNI 0304/Agam , Polresta Agam, dan Basarnas yang terlibat langsung dalam penanganan bencana.
Kesaksian warga terdampak turut menambah suasana haru. Sejumlah korban bencana mengisahkan kehilangan harta benda dan anggota keluarga, namun tetap berharap agar Agam dapat segera bangkit dari musibah yang terjadi.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Agam berharap muhasabah akhir tahun tidak hanya menjadi refleksi spiritual, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi masa depan.
(TAUFIQ)