Kaba Terkini

Miliki Gedung Bertingkat, Ponpes Parabek Perlu Latihan PRB

Parabek, kaba12.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam terus berikan edukasi tentang penanggulangan risiko bencana (PRB) melalui sosialissi dan simulasi.

Kali ini, Kamis (22/08), tim BPBD mendatangi Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek yang berada di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam.

Kalaksa BPBD Agam melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Yunaidi mengatakan, sosialisasi yang dipusatkan di lapangan sekolah diikuti sekitar 2.036 orang santri serta majelis guru.

Pada sosialisai itu tim BPBD memberikan penjelasan tentang risiko lingkungan ponpes akan bencana. Hal itu dikarenakan, bangunan sekolah mayoritas merupakan bangunan bertingkat yang rawan gempa bumi, sehingga perlu kesiapsiagaan warga sekolah.

“Santri dan guru perlu pencerahan tentang keadaan dan situasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Makanya melalui pembekalan dan peningkatan kapasitas ini, warga sekolah bisa menanggulangi dan siaga,” ujar Yunaidi.

Dia juga berharap, siswa bersama majelis guru dan tata usaha terus bersinergi, sehingga bila terjadi insiden kebencanaan apa saja, tim gerak cepat sekolah yang terhimpun dalam Kelompok Siaga Bencana Sekolah (KSBS) segera bergerak dan bermitra dengan BPBD.

Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Buya H. Masrur Syahar saat menerima rombongan tim BPBD Agam diruang kerjanya memberiman apresiasi atas kunjungan dan program pemerintah yang berkaitan langsung dengan masyarakat terutama pentingnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanggulangan bencana.

“Mengingat Ponpes Parabek warga santrinya cukup banyak dan padat, perlu semacam pelatihan simulasi evakuasi mandiri siswa dan guru. Apalagi gedung madrasah kita bertingkat empat, termasuk asrama yang cukup tunggi bertingkat lima perlu latihan-latihan menghadapi bencana gempa,” kata Buya H. Masrur.

Wakil pimpinan pondok Drs. H. Zulfahmi menambahkan, latihan simulasi gempa bagi warga sekolah dan santriwan santriwati yang berada di asrama perlu pembiasaan melalui beberapa kali latihan evakuasi mandiri.

(Jaswit)

To Top