Kaba DPRD Bukittinggi

Merasa Diberatkan, Pedagang TMSBK Mengadu ke DPRD

Bukittinggi, KABA12.com — Sejumlah pedagang di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, mengadu ke kantor DPRD, Kamis (18/01). Mereka menyampaikan aspirasi terkait rencana pemko memindahkan pedagang dari dalam ke luar TMSBK.

Para pedagang tersebut diterima langsung Ketua Komisi 2 DPRD Bukittinggi, Asril dan anggota lainnya, M. Syafri Syam. Dalam pertemuan itu, para pedagang menyampaikan sejumlah keluhan terkait rencana pemko tersebut kepada wakil rakyat.

Abdurrahman, salah seorang pedagang TMSBK menuturkan, pemko telah mengadakan rapat dengan para pedagang. Dalam rapat itu pemko dalam hal ini Disparpora Bukittinggi menyampaikan larangan berdagang di dalam kebun binatang itu.
Para pedagang harus pindah ke kios luar TMSBK yang telah dibangun oleh pemko.

Para pedagang yang akan menggunakan kios diluar tersebut wajib membayar uang sewa Rp 9 juta per tahun. Sebelumnya, saat di dalam TMSBK dulu, pedagang membayar uang sewa Rp 100 ribu per bulan.
“Ini tentu sangat memberatkan kami. Biasanya hanya bayar Rp 100 ribu per bulan sekarang diminta uang sewa Rp 9 juta lebih per tahun. Itupun tak boleh diangsur per bulan. Selain itu kami juga diusulkan untuk merubah dagangan menjadi souvenir,” jelasnya.

Dari aspirasi itu, DPRD Bukittinggi didampingi Kabid TMSBK, langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi kios di dalam dan luar TMSBK.

Kabid TMSBK Disparpora Bukittinggi, Ikbal menjelaskan, memang sudah ada rapat dengan para pedagang. Pemko pun telah mensosialisasikan rencana pemindahan pedagang itu. Hal ini terkait adanya usulan dari BKSDA dan tim akreditasi pusat untuk merubah penataan.

“Penataan yang dimaksud, khususnya untuk pedagang agar tidak berjualan di dekat kandang hewan karena TMSBK sebagai lembaga konservasi dan harus mensejahterakan hewan. Selain itu, kita pun juga ingin menata pedagang agar lebih tertata rapi. Untuk permintaan pedagang itu, telah disampaikan kepada Walikota dan menunggu keputusan beliau,” jelasnya.

Sementara, Ketua komisi 2, DPRD Bukittinggi, Asril menyampaikan perencanaan pemda secara prinsip sangat baik. Namun, kondisi pedagang untuk mengikuti perencanaan itu saat ini belum siap.

“Ini yang harus dijembatani. Pedagang belum siap dari segi finansial mental termasuk untuk menukar dagangannya. Ini yang harus dibicarakan kembali agar tujuan pemko untuk menjadikan TMSBK sebagai objek wisata representatif dapat diterima oleh seluruh pihak. Kita akan panggil pemko untuk rapat koordinasi segera,” jelas Asril didampingi M. Syafri Syam.

Saat ini ada 36 pedagang yang terdata berjualan di dalam TMSBK. Namun ada beberrapa yang tidak aktif membayar retribusi. Sedangkan kios yang disiapkan pemko di luar TMSBK berjumlah 30 kios.

(Ophik)

To Top