Kaba Tausyiah

Menjaga Pandangan di Era Digital Saat Ramadhan

Lubukbasung, kaba12 — Di zaman serba digital, menjaga pandangan tidak lagi hanya soal apa yang terlihat di depan mata, tetapi juga apa yang muncul di layar gawai.

Satu sentuhan jari bisa membuka pintu kebaikan, tapi juga bisa menyeret pada hal yang melalaikan.

Ramadhan hadir sebagai momentum pengendalian diri. Jika kita mampu menahan lapar dan dahaga, seharusnya kita juga mampu menahan pandangan dari hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi yang dilarang.

Allah SWT berfirman:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka.”
(QS. An-Nur: 30)

Ayat ini bukan hanya relevan di masa lalu, tetapi justru semakin penting hari ini. Konten negatif begitu mudah diakses, dan godaan sering datang tanpa diundang. Tanpa kontrol diri, pahala puasa bisa terkikis sedikit demi sedikit.

Menjaga pandangan berarti selektif dalam memilih tontonan, bijak dalam menggunakan media sosial, dan berani menutup akses pada hal yang merusak hati.

Ramadhan 1447 Hijriah bisa menjadi titik awal “puasa digital”, mengurangi yang sia-sia, memperbanyak yang bernilai.

Karena mata adalah pintu hati. Apa yang sering dilihat akan memengaruhi pikiran, dan apa yang memenuhi pikiran akan membentuk perilaku. Maka jika ingin hati bersih di bulan suci, jagalah apa yang masuk melalui pandangan.

Puasa bukan hanya menahan perut, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh tetap dalam ketaatan. Dan di era digital, menjaga pandangan adalah salah satu bentuk jihad terbesar bagi diri sendiri.

(TAUFIQ/*)

0Shares
Menjaga Pandangan di Era Digital Saat Ramadhan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top