Kaba Terkini

Mengenal Jon Kinoi, Sopir Viral Dalam Evakuasi Bus Pariwisata di Kelok 44

Maninjau, kaba12.com — Bus pariwisata yang viral di media sosial lantaran tersangkut di jalur Kelok 44, saat ini sudah berhasil dievakuasi.

Proses evakuasi kendaraan tersebut berlangsung dramatis memakan waktu kurang lebih 15 jam. Bus berhasil dievakuasi dari jalur yang terkenal sangat ekstrim itu ke Simpang Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Kamis (10/6) pagi sekitar pukul 05.15 WIB.

Keberhasilan sang aktor dibalik kemudi dalam proses evakuasi bus ini layak diapresiasi karena keberaniannya mengendarai kendaraan besar bermesin Hino RK8 R260 itu di jalur yang sempit dan berliku.

Ia adalah Joni Harianto (40) alias Jon Kinoi warga Dusun Kayu Pontong, Nagari Padang Galanggang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.

Bermodalkan skill dan mental, ia penuh percaya diri berhasil menurunkan bus sepanjang 12 meter itu dari jebakan di setiap tikungan yang ada di Kelok 44, meskipun terdapat beberapa kendala yang harus dihadapi.

“Hanya modal skill, nyali, dan mental yang saya pakai untuk mengeluarkan bus ini dari jalur ekstrim Kelok 44, walaupun harus menantang maut,” kata Jon Kinoi kepada kaba12.com, Sabtu (11/6).

Ia mengakui, ini merupakan pengalaman pertama kali mengendarai bus berukuran jumbo tersebut, dan harus ekstra hati-hati agar tidak masuk kedalam jurang.

Sebelumnya, ia merupakan mantan sopir truk pengangkut ikan KJA Danau Maninjau dan truk tronton pengangkut batu bara lintas Muaro Bungo-Padang pada tahun 2007 silam.

“Ini baru pertama kalinya saya membawa bus. Sebelumnya hanya mengendarai truk,” ujarnya.

Jon Kinoi yang pernah menjadi sopir angkutan AKDP jurusan Matur- Bukittinggi ini sekarang bekerja sebagai buruh serabutan. Terkadang ia pergi ke sawah dan ke ladang untuk menambah penghasilan.

Ia tidak melanjutkan pekerjaannya sebagai sopir akibat SIM yang dimiliki sudah mati sejak beberapa tahun lalu, dan tidak diperpanjang lantaran kesulitan ekonomi.

“SIM B2 saya sudah mati sejak 3 tahun lalu, dan tidak bisa mengurusnya karena faktor ekonomi,” ungkap Jon.

Diketahui, sejak awal bus pariwisata asal kota kembang Bandung, Jawa Barat itu tersangkut di tikungan Kelok 14 pada Jum’at (4/6) lalu, ia bersama rekannya sudah terlibat dalam membantu proses evakuasi agar kendaraan tersebut keluar dari jebakan.

Bus tersebut kembali terjebak di tikungan Kelok 10 saat proses evakuasi dari Kelok 13 pada Rabu (9/6) lalu. Bus yang tersangkut ini menyebabkan arus lalulintas Lubukbasung-Bukittinggi maupun sebaliknya lumpuh selama beberapa jam. Proses evakuasi bus dari Kelok 10 berlangsung sejak pukul 14.00 WIB siang.

Dengan penuh keikhlasan, ia rela menghabiskan waktu dan menantang maut untuk membantu mengeluarkan kendaraan berbalut bodi Jetbus 3 HDD itu dari jalur Kelok 44.

Saat mengalami kendala dalam proses evakuasi, ia juga turun tangan untuk mengatasi berbagai hal. Salah satunya mendongkrak kendaraan besar itu di tikungan saat tersangkut.

Ia menyebut, peran serta rekan-rekannya dalam proses evakuasi juga patut diacungi jempol karena tanpa mereka mungkin kendaraan tersebut belum dievakuasi.

Jon menyebutkan, kendala yang dihadapi dalam proses evakuasi adalah tersangkutnya bagian belakang kendaraan saat menikung di Kelok 10.

Selain ukuran bus terlalu panjang, hal ini juga dikarenakan tikungan Kelok tersebut sangat sempit dan curam, sehingga sulit untuk dilalui.

“Selain itu, kendala lain juga terjadi pada kerusakan komponen rem kendaraan. Sehingga kendala itu menyebabkan proses evakuasi menjadi lama, karena harus diperbaiki dulu,” sebutnya.

Dikatakan Jon Kinoi, saat diturunan Kelok 9 ia juga mengaku kesulitan dalam mengendarai bus pariwisata. Kondisi itu disebabkan oleh jalan yang sempit, dan harus maju-mundur agar bisa dilewati.

Sementara saat berada di tikungan Kelok 5 yang terkenal dengan Kelok ‘batambuah’, kendaraan ini dengan mulus melewatinya dan hanya mengalami ‘gasruk’ pada bagian besi pengaman bumper belakang.

“Alhamdulillah Kamis pagi pukul 05.15 WIB kendaraan berhasil diturunkan dari jebakan di Kelok 44, kemudian diparkirkan di kawasan Simpang Maninjau,” tuturnya.

Dalam rangkaian proses evakuasi kendaraan tersebut juga melibatkan sejumlah pihak seperti Satlantas Polres Agam, Polsek Tanjung Raya, Polsek Matur, pemuda dan masyarakat sekitar.

Kesuksesan Jon Kinoi dibalik kemudi dalam proses evakuasi kendaraan bernomor polisi D 7644 AS itu menuai pujian dari masyarakat di media sosial.

Salah satu postingan seseorang di grup Minangkabau Bus Hunting Community (MBHC) terkait keberhasilan evakuasi bus ini mendapat respon positif dari para pengguna Facebook.

Hingga kini postingan tersebut sudah lebih dari 2 ribu disukai, 141 komentar, dan 468 kali dibagikan.

“Alhamdulillah, semoga Allah SWT membalas dengan berkali lipat atas kebaikan mu Da Jon,” tulis komentar akun Facebook Bang Jack di postingan tersebut.

“Semoga PO bus di Sumbar bisa merekrut Da Jon Kinoi untuk menjadi sopir lintas Sumatera-Jawa,” tulis akun lain.

Sebelumnya, bus pariwisata Gracias Trans ini datang dari arah Bukittinggi menuju Lubukbasung pada Kamis (3/6) dinihari.

Bus itu tersekat di Kelok 44 karena sang sopir asli tidak mengetahui jalan dan mengandalkan aplikasi Google Map untuk menuju lokasi.

Sekitar pukul 02.00 WIB bus tanpa penumpang itu tersangkut di Kelok 16, dan sudah dipinggirkan di sekitar lokasi.

Namun Jum’at (4/6) pagi esok harinya, bus kembali mencoba turun, namun tersangkut di tikungan Kelok 14.

Setelah dievakuasi dari tikungan Kelok 14, bus diparkirkan di Kelok 13 guna menunggu pihak perusahaan untuk bertanggungjawab atas peristiwa tersebut.

Kekinian bus pariwisata milik PT Gracias Anugerah Sejahtera ini sudah di bawa ke Lubukbasung.

Bus diparkirkan sementara di pool PO Sembodo untuk selanjutnya akan dilakukan beberapa perbaikan pada mesin dan bodi kendaraan.

(Bryan)

0Shares
To Top