Kaba Pemko Bukittinggi

MDNG Motivasi Guru Pembina Olimpiade dan Berikan Beasiswa Untuk 16 Mahasiswa

Bukittinggi, KABA12.com Minang Dispora Network Global (MDNG) bekerja sama dengan Sekolah Ilmuan Minangkabau (SIM), mengadakan Workshop Guru Pembina Olimpiade Sains dan Peneliti Siswa di aula Diklat Baso kabupaten Agam, Sabtu (18/01).

Dalam kegiatan itu MDNG juga menyerahkan beasiswa untuk 16 mahasiswa Sumbar dari beberapa perguruan tinggi.

Bendahara Minang Dispora Network Global, Mulyeni, selaku ketua pelaksana, mengatakan workshop guru pembina olimpiade sains dan penelitian guru ini, terselenggara berkat kerjasama sekolah Ilmuan Minangkabau dengan Indonesia emas yang disponsori oleh Wardah melalui dana CSR.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru pembina olimpiade dalam mempersiapkan siswa dalam menghadapi olimpiade sains dan penelitian siswa baik di tingkat lokal (kabupaten dan provinsi) maupun di tingkat nasional dengan perkembangan teknologi saat ini, kemudian untuk mengetahui tingkat kemampuan awal peseta didik yang mengikuti bimbingan olimpiade tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, juga diberikan pelatihan kepada anak didik dan dilanjutkan untuk para guru selama tiga hari.kedepan.”Kita lakukan olimpiade sains dan penelitian siswa ini, karena kita peduli pendidikan walaupun kita orang pendidikan tapi berpraktisi pendidikan,” terang Mulyeni yang jug pembina Yayasan Baabussalam itu.

Dalam kesempatan work shop kali ini memberikan beasiswa kepada 16 orang yang berasal dari universitas berbeda dengan jumlah minimal Rp 800.000 /siswa. Jika dalam olimpiade yang diikuti siswa yang berasal dari 19 kabupaten dan kota nanti, akan dipilih 3 orang terbaik dan akan mendapatkan beasiswa setiap semester sampai tamat dengan ketentuan nilai yang didapatkan di dalam pembelajaran selama pembelajaran.

Prof. DR. Fasli Jalal Ph.D Sp.GK, Ketua Pembina Yayasan Baabussalam Hasdar, mengatakan kegiatan ini dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap generasi mua yang tingkat kecerdasannya masih rendah. Padahal, untuk menyongsong masa depan, Indonsia harus memiliki generasi penerus yang berkualitas, berdaya saing dan memiliki kecerdasan tinggi.

“Sekarang anak-anak kita bisa menghafal dan bisa mengerti akan tetapi bila diminta dia mengaplikasikan apa yang dia pelajari dalam kehidupan, hasilnya masih sangat rendah. Jadi dengan sekolah melalui ilmuan Minangkabau ini, anak-anak diajarkan bagaimana belajar dengan cara analitis. Dia akan mencoba jawaban dengan mencoba dengan studi yang ada dan bertanya pada ahli, kemudian jika ia meneliti sendiri dimulai dari yang sederhana dan itu bisa mereka lakuakan dan tidak butuh biaya mahal,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Barat, Adib Alfikri, memberikan apresiasi kepada penggerak worshop kali ini. Ia berharap kelompok yang lain juga mampu dan memberikan hal yang sama seperti yang di lsponsori oleh Wardah ini. “Semoga kemajuan pendidikan di Sumatera Barat kedepannya semakin baik dan akan bermunculan ilmuan Minang yang tangguh dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ismet Amzis, anggota Komisi V DPRD Sumatra Barat, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena hal ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatra Barat baik itu guru maupun pelajar.

“Kajian pendidikan dan teknologi komunikasi transportasi itu bergulir terus dengan disebut globalisasi kalau anak kita itu tidak tuntas maka akan tertinggal, dan begitu pula para guru harus mengiringi perkembangan kemajuan teknologi saat ini, supaya tidak ketinggalan. Jangan khawatir tentang biaya, karena akan banyak yang membantu. Contohnya saja Minang Dispora Networ Global (MDNG) dan juga perusahaan dengan dana CSR nya memberikan tunjangan pendidikan dengan cara memberikan beasiswa. Kalau disegi anggaran. Kami dari DPRD provinsi terutama di komisi V, kita menyetujui anggaran pendidikan 31 persen dari total anggaran APBD,” jelasnya.


(Ophik)

0Shares
To Top