Agam

Masa Transisi Pemulihan Bencana, Agam Butuh Tambahan Alat Berat

Posted on

Lubukbasung,kaba12.-
Kabupaten Agam membutuhkan tambahan alat berat untuk memaksimalkan penanganan dampak bencana hidrometeorologi 2025 yang memicu banjir besar, banjir bandang dan tanah longsor, yang hingga memasuki fase transisi pemulihan, masih banyak titik yang terdampak longsor.

Bahkan sejak awal tahun 2026, beberapa kawasan yang rentan terdampak banjir bandang dan longsor susulan seperti kawasan Jorong Pasa Maninjau, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, berbagai titik di Nagari Sungai Batang, kawasan Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, termasuk di wilayah Palembayan dan Malalak, masih terjadi banjir dan longsor susulan yang membutuhkan penanganan esktra.

Potensi longsor dan banjir bandang susulan, terjadi akibat pendangkalan dan beralihnya aliran sungai, sehingga upaya antisipasi paling efektif adalah dengan pengerukan dan normalisasi sungai induk, sehingga arus sungai bisa disatukan ke satu titik.

Kebutuhan penambahan alat berat itu disebutkan M.Iqbal, Wakil Bupati Agam dalam rapat evaluasi khusus penanganan bencana Kabupaten Agam, Senin kemarin.

Disebutkan, kebutuhan penambahan alat berat menjadi salah satu poin penting untuk mendorong optimalnya penanganan di lapangan, mengingat sangat besarnya bentangan kawasan terdampak dan volume material banjir bandang dan longsor yang harus ditangani.

Sesuai data yang dilansir Diskominfo Agam, saat ini beroperasi sebanyak 50 unit excavator, 27 unit dum truk, 1 unit dozer, 1 unit tandem loader, 3 unit loader dan 1 unit vibro roller,yang disebar di 4 kecamatan masing-masing di kecamatan Palembayan sebanyak 13 excavator, 11 dum truk dan 1 dozer.

Kemudian di Kecamatan Tanjung Raya diturunkan sebanyak 18 unit excavator, 4 dum truk dan 1 loader. Di Kecamatan Malalak diturunkan sebanyak 17 excavator, 12 dum truk, dan 2 unit loader, sementraa di Kecamatan Palupuah dan Matur masing-masing diturunkan 1 unit excavator.

“Keterbatasan alat berat ini, membuat aktivitas penanganan di lapangan belum sepenuhnya maksimal, sehingga dibutuhkan tambahan alat berat,”sebut M.Iqbal.

Informasi yang diperoleh kaba12, hitungan tekhnis petugas di lapangan, kebutuhan alat berat berbagai jenis di 6 kecamatan dengan kondisi parah terdampak bencana itu, minimal 65 unit excavator, 40 dum truk, 10 dozer, 15 loader dan 5 vibro roller. “Itu kebutuhan minimal, kalau bisa lebih, akan sangat bagus, karena bisa akan mendorong semakin cepatnya proses penanganan di lapangan, “ungkap tim tekhnis di lapangan.-HARMEN.-

Populer

Exit mobile version